Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
IdeAksi
IdeAksi adalah platform kolaboratif insan pelajar dan sivitas akademika untuk berbagi ide, menyalurkan inovasi, menunjukkan aksi nyata, serta merayakan prestasi. Di sinilah ruang generasi muda berkumpul, saling menginspirasi, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan.

Program Inovasi Anti Kesel: Ciptakan Ruang Aman Digital

Kompas.com, 19 September 2025, 20:00 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Editor Travel & Food

Penulis:
Nur Aida
Ketua Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Siswa kini lebih mudah belajar, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri di ruang maya.

Namun, di balik kemudahan itu, muncul tantangan serius berupa Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Bentuk KBGO beragam, mulai dari pelecehan lewat pesan pribadi, permintaan foto atau video intim tanpa izin, penyebaran konten pribadi, hingga perundungan digital atau yang popular disebut cyber bullying.

Karena berlangsung di dunia maya, kasus ini sering luput dari pengawasan guru maupun orang tua.

Baca juga: Pentingnya Edukasi Penggunaan Medsos pada Siswa, Bisa Cegah Cyber Bullying

Banyak korban memilih diam karena takut dipermalukan, disalahkan, atau tidak dipercaya.

Nur Aida selaku Ketua Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, mengatakan situasi ini membuat siswa tidak merasa aman di ruang digital, padahal aktivitas online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Hadirnya program dan website Anti Kesel

Untuk menjawab persoalan tersebut, Universitas Islam Jakarta berkolaborasi dengan SMK Bina Prestasi di Kabupaten Bekasi menjalankan program inovasi Bernama ANTI KESEL (Pusat Informasi Pencegahan dan Penanganan Anti Kekerasan Seksual).

Program ini mendapat dukungan hibah dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2025.

Melalui program ini, kata Aida, pihaknya ingin bertujuan memberikan edukasi dan memfasilitasi masyarakat, siswa, untuk memberikan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan ruang digital.

Secara spesifik, program ini juga bertujuan membekali guru dengan keterampilan untuk mencegah dan menangani kasus KBGO.

Langkah awal yang dilakukan adalah menyusun materi pelatihan yang sesuai dengan dunia siswa.

Baca juga: Jangan Pernah Anggap Enteng Perilaku Bullying yang Terjadi

Tidak hanya menjelaskan apa itu KBGO, tetapi juga menampilkan contoh nyata yang sering dialami pelajar.

Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui studi kasus dan diskusi kelompok.

Guru pun mendapat pembekalan khusus agar bisa memberikan respons yang tepat saat menerima laporan, tanpa menyalahkan atau mempermalukan korban.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau