Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial

Kompas.com, 19 Februari 2026, 16:28 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi milenial dan Gen Z diproyeksikan akan mendominasi 74 persen tenaga kerja global pada 2030.

Namun, di balik dominasi tersebut, muncul satu benang merah yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, yaitu kekhawatiran finansial yang semakin menguat.

Survei Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan 23.482 responden dari 44 negara menunjukkan, biaya hidup kembali menjadi kekhawatiran utama bagi kedua generasi ini untuk tahun keempat berturut-turut.

Baca juga: Job Hopping Jadi Strategi Karier Milenial dan Gen Z, Bukan Sekadar Pindah Kerja

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Pada 2025, 39 persen Gen Z dan 42 persen milenial menempatkan cost of living alias biaya hidup sebagai isu paling mengkhawatirkan, melampaui isu lingkungan, kesehatan mental, hingga stabilitas politik.

Lebih jauh, hampir separuh responden mengaku tidak merasa aman secara finansial.

Sebanyak 48 persen Gen Z dan 46 persen milenial menyatakan mereka tidak merasa aman secara finansial, meningkat signifikan dibandingkan 2024, ketika angkanya masing-masing 30 persen dan 32 persen.

Hidup dari gaji ke gaji

Tekanan finansial itu tercermin dalam keseharian.

Baca juga: Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Ambisius, tapi Tak Lagi Fokus Jadi Bos

Lebih dari separuh responden atau 52 persen Gen Z dan 52 persen milenial, mengaku hidup dari gaji ke gaji (living paycheck to paycheck).

Sementara itu, 37 persen Gen Z dan 35 persen milenial mengatakan mereka kesulitan membayar kebutuhan hidup setiap bulan.

Sekitar 41 persen Gen Z dan 44 persen milenial juga khawatir tidak akan mampu pensiun dengan nyaman secara finansial.

Ilustrasi pegawai, bekerja di kantor.PEXELS/VISUALTAG MX Ilustrasi pegawai, bekerja di kantor.

Kekhawatiran itu berdampak langsung pada tingkat kebahagiaan. Hanya 36 persen Gen Z dan 39 persen milenial yang memiliki kekhawatiran biaya hidup mengaku merasa bahagia dalam setahun terakhir.

Baca juga: Survei Deloitte: Sukses Karier bagi Gen Z dan Milenial Bukan Naik Jabatan

Korelasi antara rasa aman finansial dan kebahagiaan juga terlihat jelas. Enam dari 10 Gen Z (60 persen) yang merasa aman secara finansial menyatakan diri mereka bahagia, dibandingkan hanya 28 persen dari mereka yang merasa tidak aman.

Di generasi milenial, 68 persen yang merasa aman secara finansial mengaku bahagia, dibandingkan 31 persen dari yang tidak merasa aman.

Tekanan finansial juga menjadi sumber stres utama.

Lebih dari delapan dari 10 responden menyebut masa depan keuangan jangka panjang dan kondisi keuangan sehari-hari sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kecemasan atau stres mereka.

Baca juga: Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau