Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial

Kompas.com, 19 Februari 2026, 16:28 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Side hustle sebagai strategi bertahan

Dalam konteks tekanan biaya hidup tersebut, fenomena pekerjaan sampingan (side job atau side hustle) menjadi semakin relevan.

Survei Deloitte mencatat sekitar sepertiga Gen Z dan milenial memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama mereka.

Alasan utamanya bersifat finansial: 37 persen Gen Z dan 41 persen milenial menyebut kebutuhan akan sumber pendapatan tambahan sebagai alasan utama.

Namun motivasinya tidak semata soal uang. Sekitar 30 persen dari kedua generasi menyatakan pekerjaan sampingan membantu mereka mengembangkan keterampilan dan relasi penting.

Baca juga: 57 Persen Gen Z Pilih Side Hustle, Tak Lagi Kejar Jabatan Tinggi

Ilustrasi bekerja.PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.

Sebanyak 28 persen Gen Z dan 30 persen milenial menyebutnya sebagai hobi, dan 25 persen mengatakan pekerjaan sampingan memungkinkan mereka memberi dampak positif bagi komunitas atau masyarakat.

Temuan Deloitte mengenai fenomena side hustle juga menunjukkan tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi mendorong pekerja muda mencari diversifikasi pendapatan.

Di satu sisi, pekerjaan sampingan menjadi bantalan finansial.

Di sisi lain, pekerjaan sampingan juga menjadi ruang eksplorasi identitas dan pengembangan diri, terutama ketika pekerjaan utama belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan finansial maupun makna personal.

Baca juga: Conscious unbossing dan Krisis Regenerasi: Saat Gen Z Menolak Jadi Bos

Money, meaning, dan well-being

Survei Deloitte merangkum dinamika ini dalam satu kerangka, yakni kebahagiaan pekerja muda bertumpu pada tiga pilar: money, meaning, dan well-being alias uang, makna, dan kesejahteraan.

Ketiganya saling terkait. Tanpa rasa aman finansial, responden cenderung memiliki tingkat kesejahteraan mental yang lebih rendah dan lebih sulit menemukan makna dalam pekerjaan.

Sebanyak 62 persen Gen Z dan 68 persen milenial yang puas dengan gaji dan tunjangan melaporkan kondisi mental yang baik. Sebaliknya, hanya 39 persen Gen Z dan 44 persen milenial yang tidak puas dengan gaji dan tunjangan yang melaporkan kondisi mental baik.

Kepuasan terhadap kompensasi juga berhubungan dengan persepsi makna. Sebanyak 63 persen Gen Z dan 69 persen milenial yang puas dengan gaji percaya pekerjaan mereka memungkinkan kontribusi bermakna bagi masyarakat.

Baca juga: Tren Keuangan Gen Z dan Milenial: Dari Belanja Impulsif hingga Investasi

Angka ini turun menjadi 43 persen dan 44 persen pada kelompok yang tidak puas dengan kompensasi.

Ketidakamanan finansial dan mobilitas karier

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Kekhawatiran finansial juga tercermin dalam mobilitas karier yang tinggi. Hampir sepertiga Gen Z (31 persen) berencana berpindah perusahaan dalam dua tahun ke depan, sementara 17 persen milenial menyatakan hal serupa.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau