Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapatkan Hasil Terbaik: Teknik Pengecatan Cat Krom

Kompas.com, 18 Oktober 2025, 09:22 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penggunaan cat krom pada kendaraan kini sedang naik daun di kalangan penggemar modifikasi.

Efek mengilap yang dihasilkan menyerupai cermin membuat mobil dan motor terlihat lebih mencolok serta unik dibandingkan dengan cat konvensional.

Baca juga: Impresi Pertama Jajal Volvo XC60 Mild Hybrid

Namun, proses untuk mencapai hasil tersebut ternyata lebih rumit dibandingkan dengan pengecatan biasa.

Mengapa Proses Pengecatan Krom Lebih Kompleks?

Perawatan cat mobil Scuto Perawatan cat mobil

Oktovianus Kasmara, Direktur Riset & Pengembangan PT Anugerah Berkat Cahaya Abadi (ABCA), mengungkapkan bahwa perbedaan mendasar antara cat krom dan cat biasa terletak pada struktur lapisan serta tingkat ketelitian yang diperlukan saat aplikasi.

Dalam pengecatan cat biasa, urutan proses dimulai dari bodi atau metal dengan langkah pertama yaitu aplikasi primer.

Baca juga: Gran Max Dongkrak Penjualan Daihatsu di Cirebon

Setelah itu, digunakan base coat sebagai cat dasar, diikuti dengan aplikasi warna silver, dan ditutup dengan lapisan clear coat.

Sementara itu, untuk cat krom, prosesnya lebih berjenjang dan kompleks.

Setelah aplikasi primer dan base coat, langkah berikutnya adalah mengaplikasikan clear coat terlebih dahulu untuk menciptakan permukaan yang halus dan licin. "Setelah clear coat kering, barulah cat krom diaplikasikan di atasnya," jelas Oktovianus.

Hal ini sangat penting, karena lapisan krom berfungsi seperti cermin yang memantulkan cahaya.

Oleh karena itu, permukaan kendaraan harus benar-benar rata agar hasil akhir menjadi maksimal.

Mengapa Waktu Pengerjaan Cat Krom Lebih Lama?

Karena diperlukan permukaan yang sempurna, pengerjaan cat krom tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Setiap lapisan harus benar-benar kering sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, membuat waktu pengerjaan untuk cat krom jauh lebih lama dibandingkan dengan cat biasa. "Idealnya, pengerjaan cat krom bisa memakan waktu hingga sebulan," ungkap Oktovianus.

Dalam dunia modifikasi kendaraan, pilihan penggunaan cat krom bukan hanya sekadar untuk penampilan, tetapi juga membutuhkan perhatian dan ketelitian tinggi dalam proses aplikasinya.

Hal ini menjadikan cat krom bukan hanya sekadar pilihan estetika, tetapi juga sebuah seni dalam dunia otomotif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau