Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelek Mobil Retak dan Dilas, Masih Amankah Dipakai?

Kompas.com, 25 Februari 2026, 18:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

Sumber Crash

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelek mobil rusak akibat menghantam lubang, melintasi polisi tidur terlalu cepat, atau membentur trotoar merupakan kasus yang cukup sering terjadi di jalan perkotaan.

Kerusakan yang timbul pun beragam, mulai dari peang atau penyok hingga retak. Lalu, jika pelek sudah retak dan kemudian dilas, apakah masih aman digunakan?

Baca juga: Benarkah Pelek Besar Bikin Ban Cepat Aus? Ini Kata Ahli

Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa kondisi pelek retak tidak bisa disamakan dengan pelek yang hanya peang.

pelek mobil retakAnantyo Herlambang pelek mobil retak

“Kalau kondisinya masih aman dan belum retak, sebenarnya tidak ada masalah. Jadi kalau hanya diperbaiki karena penyok atau dipress, seharunya tetap aman dan tidak ada kendala," kata Runang kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

"Tapi kalau sudah retak, ini yang perlu diwaspadai. Pelek yang sudah retak lalu dilas belum tentu hasil lasnya menempel sempurna dan rapat sepenuhnya," ujarnya.

Secara struktur, pelek terutama berbahan alloy dirancang untuk menahan beban kendaraan sekaligus meredam tekanan dari permukaan jalan. Saat terjadi retak, itu berarti struktur logam sudah mengalami kegagalan material.

Baca juga: Pentingnya Perawatan AC Sebelum Mobil Dipakai Mudik

Proses pengelasan memang dapat menyambung kembali bagian yang terbelah. Namun, titik bekas retakan tersebut tidak selalu bisa kembali sekuat struktur aslinya.

Toko dan servis pelek mobil HWS WheelKOMPAS.com/Gilang Toko dan servis pelek mobil HWS Wheel

Baca juga: Cara Akurat Deteksi Mobil Bekas Pernah Tabrakan

Risiko muncul ketika roda kembali menghantam lubang atau menerima benturan keras. Titik las bisa menjadi area paling lemah yang berpotensi retak ulang atau bahkan pecah.

"Ada juga kasus pelek yang sudah retak, kemudian dilas, tetapi saat kembali menghantam lubang justru pecah lagi.”

Runang menambahkan, perbaikan masih relatif aman dilakukan jika kerusakan hanya berupa peang atau bengkok ringan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau