Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Sepelekan Retak Rambut pada Pelek Mobil

Kompas.com, 27 Februari 2026, 07:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain penyok atau peyang, masalah lain yang kerap terjadi pada pelek mobil adalah retak rambut atau retak halus.

Sekilas kerusakan ini tampak ringan, bahkan sering kali tidak disadari pemilik mobil. Namun retak kecil pada pelek tetap menyimpan potensi risiko jika dibiarkan tanpa penanganan.

Baca juga: Misi Elektrifikasi, Toyota Jual Veloz Hybrid EV Harga Spesial

Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di kawasan H. Nawi, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa retak pada pelek tidak selalu langsung menimbulkan kebocoran ban.

 

pelek mobil retakAnantyo Herlambang pelek mobil retak

“Nah, jadi begini. Tidak semua retak itu langsung mengeluarkan udara dari dalam ban. Ada yang sudah retak, biasanya disebut retak rambut, tetapi saat dicek udaranya belum keluar," ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini.

"Namun, namanya retak, suatu waktu kalau kembali mendapat tekanan di titik yang sama, ada kemungkinan retaknya bisa melebar atau bahkan mendadak pecah," katanya.

Runang menjelaskan, retak rambut biasanya muncul akibat benturan keras, seperti menghantam lubang dalam kecepatan tinggi atau terkena tepi trotoar.

Baca juga: Chery Gelar Pelatihan Teknisi Global, Fokus pada Teknologi CSH

Pada tahap awal, celah retaknya sangat kecil sehingga tidak langsung menyebabkan angin ban keluar.

Pelek retak bisa dipicu oleh hal sepele.Hyundai Pelek retak bisa dipicu oleh hal sepele.
 

Jika mobil kembali menghantam lubang di area yang sama, risiko retak membesar bahkan pecah menjadi lebih tinggi. Kondisi ini tentu berbahaya, apalagi jika terjadi saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

"Bisa bertambah lebar atau langsung pecah, karena sudah ada ‘uratnya’. Ketika terkena benturan lagi di bagian itu, dampaknya tentu tidak bagus,” ujar Runang.

Perbaikan

Untuk retak halus, bengkel biasanya melakukan metode pengelasan (welding) khusus aluminium, tergantung jenis bahan pelek.

Baca juga: Kondisi Psikologis Bisa Jadi Alasan Pengendara Menghindari Polisi di Jalan

Toko dan servis pelek mobil HWS WheelKOMPAS.com/Gilang Toko dan servis pelek mobil HWS Wheel

Area retak akan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilas untuk menyatukan kembali bagian yang terbelah.

Setelah proses pengelasan, pelek dirapikan, dibubut jika perlu agar kembali presisi, lalu diuji kebocoran dan keseimbangannya (balancing).

Namun perlu diingat, tidak semua retakan bisa diperbaiki. Jika retak terlalu panjang, berada di titik struktur kritis, atau sudah pernah dilas berulang kali, biasanya disarankan untuk diganti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau