Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nono Sumarno: Dari Seni Rupa ke Desain Motor Nasional

Kompas.com, 23 Maret 2026, 07:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Di balik desain motor listrik Indomobil Emotor seperti Adora, Tyranno, Sprinto, hingga skutik QT, ada sosok desainer lokal berpengalaman, yakni Nono Sumarno atau yang akrab disapa Mang No.

Perjalanan Mang No di dunia desain tidak dimulai dari industri otomotif, melainkan dari seni rupa sejak usia muda.

“Saya ini sejak SD, SMP, SMA, adalah juara melukis di sekolah di Majalengka. Lalu kemudian bisa bikin taman, patung. Makanya waktu saya lulus SMA disuruh kuliah, saya enggak mau. Karena sudah biasa bikin taman, melukis,” katanya kepada Kompas.com, di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Finis Ketiga di Moto3 Brasil, Veda Ega Pratama: Terima Kasih Indonesia

Bermodal kemampuan tersebut, ia langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus SMA dan pada 1986 membuka usaha jasa desain.

Test ride Indomobil Emotor QTKOMPAS.com/GILANG SATRIA Test ride Indomobil Emotor QT

Dari proyek seni, jalannya menuju dunia otomotif dimulai secara tak terduga.

Dia membuat sebuah motor yang justru menarik perhatian pelaku industri.

“Saya bikin motor yang keren waktu itu. Dan ternyata motor itu dilirik sama diler di Majalengka, Jawa Barat karena bagus. Sehingga saya disarankan untuk datang ke Honda Motor Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: Momen Veda Pratama di Podium Moto3 Brasil 2026, Rayakan Tanpa Sampanye

“Masih Federal Motor, tahun 1988. Belum ada research and development waktu itu di Federal Motor,” katanya.

Mang No kemudian ikut terlibat dalam pembentukan divisi riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.

Indomobil Emotor Internasional (IEI) resmi meluncurkan skuter listrik Sprinto pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.

Foto: Sprinto Indomobil Emotor Internasional (IEI) resmi meluncurkan skuter listrik Sprinto pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.

“Lalu saya, bersama pimpinan, manajer, kepala divisi, dan direktur, membentuk R&D di sini, di Indonesia, R&D Honda Motor,” kata Mang No.

Pengalamannya di R&D membuatnya ikut terlibat dalam berbagai proyek desain, termasuk memberi ide untuk beberapa model legendaris.

“Ya ada kerjaan banyak seperti ide desain untuk motor Honda Supra. Ya, ide desainnya, tapi bukan murni. Karena kita masih perusahaan Jepang. Kita enggak bisa hanya ide berdasarkan survei,” katanya.

Baca juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Brasil: Bezzecchi Makin Kokoh di Puncak

Pada 1992, ia memutuskan keluar dan membangun usaha sendiri di bidang aksesori sepeda motor.

“Lalu saya resign tahun 1992, buat perusahaan sendiri. Bikin aksesori sepeda motor di Cirebon, yaitu untuk aksesori motor Honda. Dan sudah dipasarkan ke seluruh Jawa Barat,” katanya.

PT Indomobil eMotor Internasional resmi meluncurkan Indomobil eMotor Tyranno di Bandung.Dok. Indomobil Emotor PT Indomobil eMotor Internasional resmi meluncurkan Indomobil eMotor Tyranno di Bandung.

Namun, dua tahun kemudian, atau pada 1994 ia kembali dipanggil untuk proyek yang lebih besar, yakni pengembangan motor nasional bernama SMI Expressa.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau