JAKARTA, KOMPAS.com – Di balik desain motor listrik Indomobil Emotor seperti Adora, Tyranno, Sprinto, hingga skutik QT, ada sosok desainer lokal berpengalaman, yakni Nono Sumarno atau yang akrab disapa Mang No.
Perjalanan Mang No di dunia desain tidak dimulai dari industri otomotif, melainkan dari seni rupa sejak usia muda.
“Saya ini sejak SD, SMP, SMA, adalah juara melukis di sekolah di Majalengka. Lalu kemudian bisa bikin taman, patung. Makanya waktu saya lulus SMA disuruh kuliah, saya enggak mau. Karena sudah biasa bikin taman, melukis,” katanya kepada Kompas.com, di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga: Finis Ketiga di Moto3 Brasil, Veda Ega Pratama: Terima Kasih Indonesia
Bermodal kemampuan tersebut, ia langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus SMA dan pada 1986 membuka usaha jasa desain.
Test ride Indomobil Emotor QTDari proyek seni, jalannya menuju dunia otomotif dimulai secara tak terduga.
Dia membuat sebuah motor yang justru menarik perhatian pelaku industri.
“Saya bikin motor yang keren waktu itu. Dan ternyata motor itu dilirik sama diler di Majalengka, Jawa Barat karena bagus. Sehingga saya disarankan untuk datang ke Honda Motor Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Momen Veda Pratama di Podium Moto3 Brasil 2026, Rayakan Tanpa Sampanye
“Masih Federal Motor, tahun 1988. Belum ada research and development waktu itu di Federal Motor,” katanya.
Mang No kemudian ikut terlibat dalam pembentukan divisi riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.
Indomobil Emotor Internasional (IEI) resmi meluncurkan skuter listrik Sprinto pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
“Lalu saya, bersama pimpinan, manajer, kepala divisi, dan direktur, membentuk R&D di sini, di Indonesia, R&D Honda Motor,” kata Mang No.
Pengalamannya di R&D membuatnya ikut terlibat dalam berbagai proyek desain, termasuk memberi ide untuk beberapa model legendaris.
“Ya ada kerjaan banyak seperti ide desain untuk motor Honda Supra. Ya, ide desainnya, tapi bukan murni. Karena kita masih perusahaan Jepang. Kita enggak bisa hanya ide berdasarkan survei,” katanya.
Baca juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Brasil: Bezzecchi Makin Kokoh di Puncak
Pada 1992, ia memutuskan keluar dan membangun usaha sendiri di bidang aksesori sepeda motor.
“Lalu saya resign tahun 1992, buat perusahaan sendiri. Bikin aksesori sepeda motor di Cirebon, yaitu untuk aksesori motor Honda. Dan sudah dipasarkan ke seluruh Jawa Barat,” katanya.
PT Indomobil eMotor Internasional resmi meluncurkan Indomobil eMotor Tyranno di Bandung.Namun, dua tahun kemudian, atau pada 1994 ia kembali dipanggil untuk proyek yang lebih besar, yakni pengembangan motor nasional bernama SMI Expressa.