Meski menonaktifkan koneksi jaringan menghemat daya, komponen lain pada ponsel sebenarnya mengonsumsi energi jauh lebih besar. Misalnya layar, prosesor, atau aktivitas berat seperti bermain game dan menonton video.
Jika pengguna tetap memakai ponsel saat dicas, terutama untuk aktivitas berat, penghematan daya dari Airplane Mode disebut hampir tidak terasa.
Selain itu, kecepatan pengisian juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti jenis charger, kualitas kabel, kondisi baterai, hingga suhu lingkungan.
Dalam beberapa pengujian, ponsel bahkan justru membutuhkan waktu lebih lama untuk terisi penuh ketika suhu ruangan lebih tinggi.
Saat suhu meningkat, ponsel biasanya akan memperlambat proses pengisian untuk mencegah panas berlebih yang dapat merusak baterai.
Baca juga: Kenapa Mode Pesawat Dinamakan Airplane Mode? Ini Sejarah dan Fungsinya
Dibandingkan mengaktifkan Airplane Mode, ada beberapa cara yang lebih efektif untuk mempercepat pengisian baterai ponsel, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SlashGear.
Salah satunya adalah menggunakan adapter charger dengan daya lebih besar yang mendukung teknologi fast charging yang sesuai.
Ponsel sekarang banyak yang mengadopsi fast charging ngebut, seperti 45 watt, 60 watt, 100 watt, bahkan 120 watt. Nah, pengguna bisa menyesuaikan adapter charger-nya supaya dapat merasakan kemampuan fast charging HP secara maksimal.
Kualitas dan kapasitas daya kabel juga berpengaruh karena kabel yang kurang tepat dapat membatasi aliran daya. Alhasil, fast charging tidak maksimal.
Selain itu, melepas casing ponsel saat pengisian disebut juga bisa membantu pembuangan panas sehingga pengisian berlangsung lebih stabil.
Pengguna juga disarankan tidak menggunakan ponsel untuk aktivitas berat saat dicas, karena layar dan prosesor yang aktif dapat mengonsumsi daya cukup besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang