Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sumber Air Panas Belerang Ternyata Ada di Jatiyoso, Karanganyar

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 09:09 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memang memiliki panorama alam yang indah.

Berada di lereng barat Pegunungan Lawu Selatan, Jatiyoso menyuguhkan keindahan panorama Pegunungan Lawu Selatan.

Maka dari itu, saat ini beberapa kafe atau tempat makan sudah dibangun di sana dan jadi tempat wisata, seperti MG Cafe dan Banyu Anyep Cafe.

Baca juga: Kafe di Jatiyoso Karanganyar Ini Suguhkan Keindahan Panorama Lawu Selatan

Namun, wisatawan tidak hanya bisa eat with view di Jatiyoso. Ada tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.

“Di sekitar sini banyak tempat-tempat bagus, mulai dari sungai jernih sampai sumber air panas,” kata pengelola MG Cafe bernama Imam Syaifuddin Anwar yang juga merupakan Ketua Pokdarwis Wonorejo Elox’s kepada Kompas.com di lokasi (3/9/2025).

Menuju sumber air panas

Saat itu, saya menuju sumber air panas dengan ditemani Imam. Saya ke sana dengan mengendarai All Terrain Vehicle (ATV), sementara Imam mengendarai sepeda motor.

Nantinya, jalan menuju sumber air panas ada di samping jalan utama Beruk – Wonorejo. Ada plang dengan tulisan “Air Belerang Banyu Asin” di sana.

Saya memarkirkan ATV di pinggir jalan, lalu membonceng Imam karena menuju titik air panas hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Setelah melalui jalan cor sempit sekitar 5 menit, Imam lalu menghentikan sepeda motornya dan memarkirkannya di pinggir jalan.

“Di bawah situ sumber air panasnya,” ujar dia.

Baca juga: Banyu Anyep Cafe, Tempat Makan dengan Panorama Perbukitan di Jatiyoso Karanganyar

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar beberapa menit. Setelah turun melewati jalan setapak ke tepi sungai, kami akhirnya sampai di sumber air panas belerang

Sumber air panas berlerang di Jatiyoso

Kolam air panas di Jatiyoso ini tidak terlalu lebar dan dalam. Namun, tetap bisa digunakan untuk berendam.

Bagian terdalam dan terhangat ada di sisi tebing. Dalamnya sekitar selutut orang dewasa. Airnya juga cukup hangat, tidak terlalu panas. Jika ingin berendam, seseorang harus berbaring di kolam ini.

Warna kolam adalah oranye pekat yang mungkin disebabkan oleh tingginya kandungan belerang. Itu karena saat saya mencicipi airnya, rasanya pahit campur asam.

Sumber Air Panas Belerang di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Sumber Air Panas Belerang di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sementara di satu titik, terdapat semacam sesaji berupa bunga yang diletakkan di atas daun pisang beserta beberapa lembar uang Rp 2.000.

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau