KOMPAS.com - Sejumlah pulau di dunia masih menawarkan keindahan alami tanpa keramaian wisata massal.
Destinasi ini dinilai tetap terjaga karena belum tersentuh dengan pariwisata yang berlebihan.
Dilansir dari CNN, ada beberapa pulau indah yang belum tersentuh oleh industri pariwisata, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan dan pengalaman autentik.
Salah satu yang disorot adalah kawasan Maluku Islands.
Kepulauan yang dikenal sebagai “Spice Islands”, yang letaknya yang terpencil di Indonesia timur membuat akses menuju wilayah ini tidak semudah destinasi populer seperti Bali.
Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar Wajib Bayar Tambahan Rp 400.000 karena Harga Minyak Naik
Penerbangan terbatas, waktu tempuh panjang, serta konektivitas antarpulau yang mengandalkan kapal menjadi faktor utama yang menahan laju kunjungan wisatawan.
Selain itu, promosi internasional yang masih minim membuat Maluku belum banyak dikenal wisatawan global, meski memiliki kekayaan laut dan sejarah yang kuat.
Selain Maluku, berikut sejumlah pulau lain yang masih relatif sepi beserta alasan lebih detailnya:
Baca juga: Promo Ancol Lebaran 2026, Beli 4 Dapat 5 Tiket Masuk
Pulau ini hampir tidak memiliki infrastruktur pariwisata modern.
Tidak ada hotel besar, jalan raya, maupun fasilitas hiburan seperti di destinasi populer Italia lainnya.
Akses menuju pulau ini juga terbatas, umumnya hanya bisa dijangkau dengan perahu dari pulau terdekat seperti Ponza dan bergantung pada kondisi cuaca.
Minimnya sinyal telekomunikasi dan fasilitas membuat Palmarola kurang menarik bagi wisatawan massal, tetapi justru menjadi daya tarik bagi pencari ketenangan dan alam liar.
Baca juga: Libur Idul Fitri dan Nyepi, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 85 Persen
Tabarca memiliki luas wilayah yang kecil dengan kapasitas terbatas untuk menampung wisatawan.
Pulau ini tidak dikembangkan secara besar-besaran seperti Ibiza atau Mallorca, sehingga tidak memiliki banyak hotel atau resor besar.
Akses ke pulau ini juga umumnya hanya melalui kapal dari daratan Spanyol, membuat kunjungan bersifat terbatas dan cenderung harian (day trip).
Regulasi dan skala wilayah yang kecil menjaga pulau ini tetap tenang dan tidak padat wisatawan.
Baca juga: H-1 Lebaran 2026, Hampir 800.000 Tiket Kereta untuk Mudik Masih Ada
3. Kepulauan Maluku “Spice Islands”, Indonesia
Selain faktor geografis, Maluku juga menghadapi tantangan infrastruktur pariwisata yang belum merata.
Banyak pulau masih minim fasilitas akomodasi kelas internasional dan transportasi yang terintegrasi.
Pemandangan dari The Maulana Hotel di Banda Neira. Namun, kondisi ini membuat ekosistem laut, pantai, dan budaya lokal tetap terjaga keasliannya, menjadikannya destinasi eksklusif bagi wisatawan petualang.
Baca juga: Awas Kecele, Monas Tutup Hari Pertama Lebaran 21 Maret 2026
CNN menilai, faktor utama yang membuat pulau-pulau ini tetap sepi adalah kombinasi antara akses yang tidak mudah, minimnya pembangunan pariwisata skala besar, serta keterbatasan fasilitas.
Di sisi lain, kondisi tersebut justru menjadi nilai jual.
Wisatawan dapat menikmati pengalaman yang lebih autentik, jauh dari keramaian, serta merasakan keindahan alam yang masih terjaga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah maraknya overtourism, masih ada destinasi di dunia yang mempertahankan keasrian dan ketenangan sebagai daya tarik utama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang