KOMPAS.com - Tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya dikenal di Pulau Jawa, tetapi juga dirayakan oleh masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Dilansir dari Marinews, setiap daerah memiliki keunikan tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.
Salah satunya adalah tradisi Lebaran Ketupat yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Bolaang Mongondow.
Perayaan ini biasanya digelar sekitar satu minggu setelah Idul Fitri, sebagai penutup rangkaian hari raya dengan nuansa khas lokal.
Baca juga: Ada Lebaran Ketupat di Masyarakat Jawa, Ini Sejarah dan Maknanya
Dalam momen tersebut, warga menyiapkan berbagai hidangan, mulai dari ketupat, lauk-pauk, hingga kue tradisional untuk disajikan kepada tamu.
Suasana kebersamaan terasa kental saat tradisi ini berlangsung.
Rumah-rumah warga terbuka bagi siapa saja yang datang, termasuk para pemudik yang melintasi jalan trans Sulawesi.
Mereka dipersilakan untuk singgah, makan bersama, bahkan dibekali makanan untuk melanjutkan perjalanan.
Lebaran Ketupat juga menjadi ajang silaturahmi, khususnya bagi warga yang merantau dan pulang ke kampung halaman.
Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial yang mungkin renggang karena jarak dan kesibukan.
Selain itu, tradisi ini turut menjadi sarana memperkuat koordinasi antarperangkat desa dan masyarakat, sekaligus menjaga nilai gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat setempat.
Baca juga: 5 Tips Menyimpan Ketupat agar Tidak Mudah Basi dan Tahan Lama
Sejarah lebaran ketupat di Jawa tidak bisa dilepaskan dari proses penyebaran Islam sejak abad ke-15 hingga ke-16.
Dilansir dari Kompas.com Sabtu (27/3/2026), para ulama seperti Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.
Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai bagian dari tradisi Idul Fitri dan membagi perayaan menjadi dua tahap, yakni Lebaran pada 1 Syawal dan Bakda Kupat yang dirayakan sekitar sepekan setelahnya.
Tradisi ini juga memberi ruang bagi umat Muslim untuk melanjutkan ibadah, seperti puasa Syawal.
Baca juga: 7 Rekomendasi Ketupat dari Berbagai Daerah di Indonesia, Cocok untuk Lebaran Ketupat 28 Maret 2026