Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Performa Belum Stabil, PBSI Susun Pekerjaan Rumah buat Raymond/Joaquin

Kompas.com, 25 Maret 2026, 16:59 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mendapat banyak pelajaran usai menjalani rangkaian turnamen di Tur Eropa.

Sempat melangkah jauh sampai semifinal All England 2026 dengan status debutan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin justru menurun di dua turnamen berikutnya.

Pasangan muda jebolan PB Djarum ini langsung keok di babak pertama Swiss Open 2026, kemudian mentok lagi di perempat final Orleans Masters 2026.

Padahal, dua turnamen itu berada di level yang lebih rendah dari All England (Super 1000), yakni cuma Super 300.

Baca juga: Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Rapatkan Barisan Genjot Pemain Muda

Kualitas lawan mereka otomatis tidak sekuat All England, namun Raymond/Joaquin seperti kesulitan mengeluarkan permainan terbaiknya di Swiss Open dan Orleans Masters.

Penurunan performa Raymond/Joaquin disadari oleh PBSI, dalam hal ini kepala pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho. 

Dia menyebutkan beberapa poin evaluasi yang harus dibenahi untuk menempa Raymond/Joaquin menjadi ganda putra elite.

Dimulai dari All England

Awalnya, Antonius menilai penampilan Raymond/Joaquin pada debut mereka di All England 2026 sudah cukup baik dan memenuhi target.

Baca juga: Target PBSI Meleset di All England, Raymond/Joaquin Jadi Juru Selamat

"Secara permainan, Raymond/Joaquin menunjukkan potensi yang positif," ujar Antonius Budi Ariantho dalam keterangan tertulis PBSI. 

"Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bertanding di All England 2026.PBSI Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bertanding di All England 2026.

Dari sisi teknis, Antonius menambahkan bahwa aspek pertahanan (defense) masih perlu diperkuat karena belum cukup aman. 

Selain itu, arah bola Raymond/Joaquin, termasuk saat melakukan pengembalian servis, masih relatif mudah diantisipasi oleh lawan.

Baca juga: Bekal Berharga Alwi Farhan dari Tur Eropa, 2 Kali Tekuk Pemain Top 10

“Ke depan, hal-hal inilah yang akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif,” jelasnya.

Selain aspek teknis, faktor fisik, mental, dan recovery juga terus menjadi perhatian mengingat padatnya jadwal turnamen sepanjang 2026.

Turun di Kejuaraan Asia 2026

Dalam waktu dekat, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan kembali bertanding mengikuti Kejuaraan Asia 2026 yang bergulir pada 7-12 April mendatang.

Hasil drawing mempertemukan Raymond/Joaquin dengan lawan berat di babak pertama Kejuaraan Asia 2026, yakni Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju asal Korea Selatan.

Baca juga: Update Ranking Dunia BWF, Rival Seangkatan Alwi Farhan Merangkak Naik

Situasi ini menjadi ulangan duel di babak pertama All England 2026. Diharapkan mereka bisa kembali meraih kemenangan seperti sebelumnya.

Raymond/Joaquin mengandaskan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju melalui perjuangan rubber game dengan skor 17-21, 21-12, 21-19.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau