Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Herry IP Bantu Ganda Malaysia Temukan Jurus Ampuh Kalahkan Kim/Seo

Kompas.com, 29 Maret 2026, 14:18 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, diam-diam sedang menyusun strategi untuk mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

Strategi Herry IP berkaitan erat dengan turnamen terdekat yang akan dihadapi Malaysia, termasuk  anak-anak asuhnya di sektor ganda putra, yakni Kejuaraan Asia 2026.

Kebetulan, salah satunya berstatus juara bertahan Kejuaraan Asia. Pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik membawa pulang gelar tahun lalu.

Tahun ini, ancaman terbesar datang dari Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Ganda putra Korea Selatan ini begitu dominan dan sangat sulit dikalahkan.

Baca juga: Daftar Unggulan Kejuaraan Asia 2026: Fajar/Fikri Dikepung Malaysia

Aaron Chia/Soh Wooi Yik bahkan dibuat gigit jari dalam dua pertemuan terakhir di final BWF World Tour. Mereka keok rubber game di Malaysia Open 2026 dan All England 2026.

"Kami sedang menganalisis rekaman pertandingan sebelumnya, terutama kesalahan yang mereka buat saat melawan tim Korea," kata Herry IP dilansir dari New Straits Times.

Analisa Visual Lebih Efektif

Herry IP berkeyakinan hasil analisis visual dari rekaman video akan membantu Chia/Soh membenahi kekurangan dan memperbaiki strategi untuk meredam Kim/Seo.

Sebagai unggulan pertama dan kedua, kemungkinan Chia/Soh dan Kim/Seo bisa kembali bertarung di final Kejuaraan Asia 2026 yang bergulir di Ningbo, China, 7-12 April mendatang.

Baca juga: Daftar 17 Wakil Indonesia di Kejuaraan Asia 2026, Ada Jonatan Christie

"Analisa rekaman akan membantu melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda dan memperbaiki strategi mereka di Ningbo," ujar Herry IP.

Aksi ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam laga final Thailand Open 2025 yang digelar di Nimibutr Stadium, Minggu (18/5/2025).AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA Aksi ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam laga final Thailand Open 2025 yang digelar di Nimibutr Stadium, Minggu (18/5/2025).

"Jika sebatas berbicara, hanya telinga mereka yang mendengarkan. Tapi dengan video, telinga maupun mata terlibat. Lebih mudah bagi mereka untuk memahami dan menyerapnya."

"Semua pasangan teratas akan hadir di sana, jadi kita harus menganggap setiap pertandingan dengan serius," jelasnya.

Beban Psikologis Chia/Soh

Bukan cuma strategi, Herry IP juga mempersiapkan Chia/Soh dari segi mental. Dia paham betul anak asuhnya terbebani secara psikologis karena status juara bertahan.

Baca juga: Hasil Drawing Kejuaraan Asia 2026, Jalan Lapang Jonatan Christie

"Mempertahankan tentu jauh lebih sulit karena pikiran Anda terbagi. Rasanya seperti berpikir, Saya juara tahun lalu, tidak boleh kalah kali ini," tutur Herry IP

"Saat Anda mengejar gelar pertama, Anda tidak punya apa-apa yang harus dikhawatirkan rasanya lebih ringan. Menang itu lebih mudah daripada mempertahankan gelar," pungkasnya.

Di Kejuaraan Asia 2026, Aaron Chia/Soh Wooi Yik akan mengawali perjalanan di babak pertama dengan menghadapi Chie Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin asal Taiwan.

Mereka berada satu bagan dengan dua ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau