Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan Putri KW Tembus Lima Besar Dunia, PBSI Siap Bantu Berbenah

Kompas.com, 30 Maret 2026, 11:02 WIB
Indra Citra Sena,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pebulu tangkis Putri Kusuma Wardani masih menjadi satu-satunya tumpuan Indonesia di sektor tunggal putri. 

Putri KW berjuang seorang diri mewakili Indonesia di turnamen BWF World Tour saat Gregoria Mariska Tunjung absen panjang akibat cedera.

Begitu pula junior-junior tunggal putri yang belum mapan secara ranking, sehingga tidak memungkinkan dikirim mengikuti turnamen level super 300 ke atas.

Performa Putri KW cukup konsisten dengan melangkah jauh di turnamen-turnamen penting. Terakhir dia mencapai perempat final All England dan finalis Swiss Open.

Baca juga: Hadiah Kejuaraan Asia Naik 10 Persen, Juara Bisa Kantongi Rp 691 Juta

Pencapaian Putri turut mengangkat posisinya di ranking dunia BWF. Dia kini menduduki peringkat ke-6. 

Permainan ulet dan pukulan-pukulan tajam didukung postur ideal menjadi nilai plus seorang Putri KW yang membantunya bersaing di level elite tunggal putri.

Namun, Putri KW memiliki satu kecenderungan yang bisa menghambat perkembangan kariernya. Hal ini disadari oleh kepala pelatih tunggal putri PBSI, Imam Tohari.

Rapor Jeblok Lawan Top 5

Imam Tohari menyebut Putri Kusuma Wardani kurang percaya diri saat menghadapi pemain yang secara peringkat lebih tinggi darinya.

Baca juga: Daftar Unggulan Kejuaraan Asia 2026: Fajar/Fikri Dikepung Malaysia

Statistik berbicara. Putri KW belum pernah menang melawan An Se-young (ranking 1), Wang Zhi Yi (2), Chen Yu Fei (3), Akane Yamaguchi (4), dan Han Yue (5).

Perincian head-to-head Putri KW yaitu An Se-young (0-9), Wang Zhi Yi (0-7), Chen Yu Fei (0-3), Akane Yamaguchi (0-7), dan Han Yue (0-5).

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, kala beraksi dalam laga perempat final Swiss Open 2026 di St. Jakobshalle, 13 Maret 2026.Dok. PBSI Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, kala beraksi dalam laga perempat final Swiss Open 2026 di St. Jakobshalle, 13 Maret 2026.

"Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah," kata Imam Tohari beberapa Waktu lalu.

"Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding," tambahnya.

Baca juga: Daftar 17 Wakil Indonesia di Kejuaraan Asia 2026, Ada Jonatan Christie

Modal dari Tur Eropa

Terdekat, Putri Kusuma Wardani akan kembali turun ke lapangan mewakili Indonesia dalam ajang Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China, 7-12 April mendatang.

Modal berharga dari All England (perempat final) dan Swiss Open (finalis) digunakan untuk meraih prestasi tinggi di Kejuaraan Asia nanti.

"Konsistensi Putri di atas lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain," ucap Imam Tohari.

"Faktor mental cukup memengaruhi penampilannya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut untuk ke depannya," begitu pesan Imam Tohari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau