Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah Kedinasan STMKG Wisuda 387 Taruna, Ditempatkan di Berbagai BMKG

Kompas.com, 3 November 2025, 10:00 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) melaksanakan Wisuda Program Sarjana Terapan di Auditorium BMKG, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025) lalu.

Sebanyak 387 taruna dan taruni dari empat program studi yang menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah kedinasan ini.

“Berdasarkan hasil ujian akhir yang telah diselenggarakan pada akhir perkuliahan Tahun Akademik 2023/2024 pada bulan Agustus 2024, telah dinyatakan lulus Program Sarjana Terapan sebanyak 73 orang tugas belajar BMKG. Sementara pada akhir perkuliahan Tahun Akademik 2024/2025 yang dilaksanakan pada Agustus 2025, sebanyak 314 orang dinyatakan lulus Program Sarjana Terapan,” ungkap Ketua STMKG Dr. Deni Septiandi, dikutip dari situs resmi BMKG, Senin (3/11/2025).

Sebanyak 73 lulusan tahun akademik 2023/2024 tersebut berasal dari Program Studi Meteorologi sebanyak 35 orang, Program Studi Geofisika sebanyak 7 orang, dan Program Studi Instrumentasi MKG sebanyak 31 orang.

Baca juga: Ingin Masuk Sekolah Kedinasan Kemenhub? Ikut 8 Ekskul Ini di Sekolah

Lulusan sekolah kedinasan STMKG

Sementara lulusan tahun akademik 2024/2025 terdiri atas:

  1. Program Studi Meteorologi: 123 orang (103 umum, 15 tugas belajar BMKG, dan 5 tugas belajar TNI AU)
  2. Program Studi Klimatologi: 32 orang (seluruhnya taruna umum)
  3. Program Studi Geofisika: 52 orang (36 umum dan 16 tugas belajar BMKG)
  4. Program Studi Instrumentasi MKG: 107 orang (91 umum, 11 tugas belajar BMKG, dan 5 tugas belajar TNI AU)

Dengan ini STMKG secara resmi menyerahkan para lulusan kepada BMKG sebagai sumber daya manusia profesional.

Mereka siap memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG di berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati mengapresiasi seluruh civitas akademi STMKG, para dosen, orangtua, serta para wisudawan atas dedikasi dan perjuangan mereka selama menempuh pendidikan.

Baca juga: 10 Sekolah Kedinasan yang Cocok buat Perempuan, Kuliah Gratis dan Jadi CPNS

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)Dok. STMKG Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Wisuda bukan akhir tapi awal dari tanggung jawab

Ia pun mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian kepada bangsa serta kemanusiaan.

“Kelulusan itu bukan puncak keberhasilan. Tetapi menjadi seseorang itu baru akan dimulai. Saat Anda nanti menjadi forecaster, observer, atau analis, memberikan advokasi untuk keselamatan masyarakat, itulah awal dari pengabdian sejati. Selain untuk keselamatan masyarakat, juga untuk kesejahteraan umum,” tutur Dwikorita.

Dwikorita mengutip filosofi pendidikan UNESCO tentang empat makna penting dari proses pembelajaran, yaitu to know (mengetahui), to do (melakukan), to be (menjadi seseorang), dan to live together (hidup bersama).

“Camkan dan amalkan empat hal ini agar Indonesia benar-benar menjadi negara yang masyarakatnya terlindungi dengan teknologi cuaca, iklim, geofisika, kecerdasan buatan, dan informatika, serta mampu mendukung kesejahteraan umum dan menjaga ketertiban dunia,” ujarnya.

Baca juga: 7 Siswa MAN di Jateng Lolos Sekolah Kedinasan 2025, Ada STAN, STIS, IPDN

Tantangan global lulusan sekolah kedinasan STMKG

Dwikorita menyoroti tantangan global yang dihadapi para lulusan. Ia menyebut bahwa suhu bumi telah meningkat 1,55 derajat Celsius pada tahun 2024, enam tahun lebih cepat dari perkiraan Paris Agreement.

Kondisi ini bisa memicu krisis air, pangan, dan bencana iklim ekstrem di masa depan.

Baca juga: 7 Sekolah Kedinasan Cocok buat Perempuan, Syarat Masuk Lebih Mudah

“Tugas Anda adalah memastikan bumi ini tetap selamat. Dengan ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, Anda memegang peran penting dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan umat manusia,” pesannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau