JAKARTA, KOMPAS.com - Selain agresif dan mudah untuk bertarung, salah satu perilaku yang bisa dilakukan ikan cupang jantan adalah melompat, sehingga hal itu bisa saja membuat mereka keluar dari akuarium.
Selain bisa karena perilakunya, ikan cupang yang melompat bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi air yang buruk, akuarium yang sempit, lapar, menangkap sesuatu di luar akuarium, hingga siklus tidur yang buruk.
Saat suatu waktu ikan cupang melompat hingga keluar akuarium, hal itu sudah pasti membahayakan mereka dan bisa mengakibatkan kematian, terlebih kamu tidak menyadarinya.
Lantas apa yang harus dilakukan jika ikan cupang melompat hingga keluar dari akuarium?
Dilansir dari beberapa sumber, Selasa, (29/12/2020), jika kamu memerhatikan bahwa cupang milikmu telah melompat keluar dari akuariumnya, kamu harus bertindak cepat untuk memastikan dia dapat bertahan hidup.
Saat kondisi ikan cupang milikmu terlalu mengering, lompatan dari akuariumnya sehingga membuat mereka terjatuh ke lantai akan berakibat fatal.
Rata-rata, ikan cupang dapat bertahan hidup di luar air tidak lebih dari 10 menit. Dan pada kisaran waktu 10 menit, peluang untuk mereka bertahan hidup ketika kembali dimasukkan ke dalam air sangat tipis.
Namun, jika kamu menangkapnya cukup awal dan melihat ikan cupangmu masih mungkin untuk hidup, kamu harus segera memasukkannya kembali ke dalam akuarium.
Saat ikan cupang sudah cukup lama terjatuh keluar akuarium, masukkan kembali ke akuarium dengan air yang sedikit. Hal ini bertujuan untuk menghindari alat pernapasannya menjadi jebol.
Tapi, ketika ikan cupang melompat keluar dari akuarium beberapa saat, maka tidak apa-apa untuk kembali memasukkannya ke dalam akuarium berisi air penuh.
Saat dimasukkan kembali ke akuarium, tak jarang ikan cupang yang habis melompat keluar hanya akan berbaring di dasar akuarium, karena tubuh mereka bisa dikatakan shock atau kaget.
Selain itu, ikan cupang yang keluar dari akuarium bisa saja kesulitan bernapas, karena insangnya mungkin telah mengering.
Jika ini masalahnya, maka kamu harus menambahkan garam akuarium atau garam ikan cupang untuk meningkatkan fungsi insangnya.
Selain menambahkan garam akuarium ke akuarium, kamu juga harus menambahkan sesuatu untuk meningkatkan lapisan lendirnya seperti penjernih air akuarium (aquarium water conditioner).
Setelah keluar dari akuarium, lapisan lendir ikan cupang yang kamu pelihara mungkin telah mengering.
Saat kondisi ikan cupang seperti telah membaik, kamu perlu memastikan mereka betul-betul sehat dan kuat. Hal ini penting karena akan mengurangi kemungkinan ikan cupang terkena infeksi serta memperkuat sistem kekebalannya.
https://www.kompas.com/homey/read/2020/12/29/174700076/apa-yang-harus-dilakukan-jika-ikan-cupang-melompat-keluar-akuarium-