Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ketahui, Penyebab Air di Semua Keran Dispenser Menjadi Panas

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menyalakan fitur air panas pada dispenser air, sesekali kamu pasti pernah mendapatkan air dispenser dengan suhu normal dari keran berwarna biru bahkan pada keran air dingin menjadi ikut panas.

Saat hal ini terjadi, mungkin kamu terkejut dan tidak sengaja menyeburkan air yang kamu minum karena suhunya yang cukup panas.

Saat semua air di dispenser yang menjadi panas, tentu membuat pemiliknya merasa bingung dan mungkin mengira dispenser yang mereka miliki telah rusak.

Padahal air dispenser yang menjadi panas sesekali pada semua kerannya bisa dikatakan bukan sebuah kerusakan yang cukup fatal, namun jika terjadi terus menerus saat menyalakan pemanas air maka telah terjadi kerusakan seutuhnya.

Saat hal satu ini terjadi pada dispenser yang kamu miliki di rumah, tentunya akan menjadi terasa tak nyaman dan mengganggu saat ingin meminum air normal atau dingin di kala haus.

Lantas apa yang menyebabkan air pada seluruh keran dispenser menjadi panas semua?

Dikutip dari akun Youtube Channel Amatiran, Kamis (21/1/2021), telah terjadi kerusakan atau bekerja tidak normal oleh thermostat, yakni alat yang bisa mendeteksi suhu panas.

Thermostat biasanya merupakan komponen bimetal yang merupakan sebuah alat yang terbuat dari logam dan besi dan berfungsi untuk mendeteksi suhu panas.

Thermostat bimetal berfungsi untuk mendeteksi panas pada tabung pemanas yang ada di dalam dispenser, agar tidak terjadinya panas berlebih.

Thermostat biasanya ada menempel pada tabung, umumnya menempel pada tabung air panas, yang letaknya di dalam dispenser bagian bawah.

Cari saja bentuk bimetal thermostat seperti apa di internet, agar kamu bisa mengetahui bendanya seperti apa dan berada di posisi di mana.

Saat thermostat bimetal rusak atau tidak berfungsi normal lagi, mereka sudah tidak bisa mendeteksi panas yang pada akhirnya elemen memproses air panas secara terus menerus, dan akhirnya air panas sampai ke tabung air di kran yang lain.


Saat thermostat bimetal rusak, kamu perlu menggantinya dengan jenis yang sama dengan dispenser yang kamu miliki. Harga untuk thermostat bimetal diketahui relatif murah.

Selain thermostat, selang pembuangan penguapan pada bagian dalam dispenser bisa menjadi penyebab air pada semua keran di dispenser menjadi panas.

Saat selang pembuangan penguapan tersumbat dan kotor, maka otomatis semua keran pada dispenser mengeluarkan air panas.

Untuk mengatasi selang penguapan yang tersumbat atau kotor, cukup bersihkan lubang penguapan tersebut yang berada pada bagian bolongan dispenser untuk meletakkan galon di atas. Lubangnya berukuran bulat sangat kecil.

Mengutip akun Youtube Mister, keran air dispenser yang menjadi panas semua bisa diakibatkan karena tabung pemanas pada dispenser sudah rusak.

Ketika kamu sudah mengganti thermostat bimetal dan membersihkan selang pembuangan penguapan, dan air panas masih keluar pada semua keran dispenser maka tabung pemanasnya yang rusak.

Untuk masalah tabung pemanas yang rusak, kamu perlu menggantinya dengan yang baru dan sesuai dengan merek dan jenis dispenser yang kamu miliki.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/01/21/131900576/ketahui-penyebab-air-di-semua-keran-dispenser-menjadi-panas

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com