Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Simak, Ini Pilihan Keramik Kamar Mandi Anti Licin

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat memilih keramik lantai kamar mandi, faktor seperti penampilan, kekuatan dan biaya harus dipertimbangkan. Selain itu, keramik lantai kamar mandi harus tahan air, anti selip (tidak licin) dan mudah perawatannya.

Dilansir dari Architectural Digest, Minggu (18/4/2021), keramik kamar mandi yang mudah dalam perawatannya, bisa meminimalisir pertumbuhan bakteri, kuman, dan jamur.

Lantas, jenis keramik apa yang cocok untuk di lantai kamar mandi? Berikut ulasannya.

Keramik dan porselen

Ini adalah bahan keramik paling populer yang dapat digunakan untuk lantai kamar mandi karena harganya terjangkau, tahan lama, tahan gores, bebas perawatan dan tidak berpori.

Keuntungan lainnya adalah keramik ini tersedia dalam berbagai warna, tekstur, bentuk, hasil akhir, dan desain.

Keramik dan porselen dibuat dari tanah liat tetapi perbedaan utamanya adalah bahwa porselen dibuat dengan tanah liat yang lebih halus dan memiliki suhu dan tekanan yang lebih tinggi.

Proses ini membuat porselen lebih padat, lebih kuat dan lebih disukai daripada keramik. Ini juga tersedia sebagai keramik bebas kuman yang dilengkapi dengan lapisan antimikroba untuk menghambat pertumbuhan kuman dan patogen lainnya.

Batu alam

Berikan tampilan abadi pada kamar mandi Anda dengan material batu alam seperti limestone, slate, dan travertine. Batu alam kuat, tahan lama, dan memiliki pola butiran yang menarik sehingga terlihat menarik.

Bahan-bahan ini tersedia dalam bentuk lempengan batu yang dipotong dengan mesin menjadi keramik persegi panjang dan persegi.

Kelemahan utama penggunaan batu alam adalah harganya yang sangat mahal, memerlukan pembersihan, pemolesan, dan penyegelan berkala karena sifatnya yang sangat berpori.

Hindari penggunaan material batu alam seperti marmer poles atau granit untuk lantai karena licin saat basah.


Keramik terakota

Berikan tampilan hangat, bersahaja dan pedesaan ke kamar mandi Anda dengan keramik terakota yang hadir dalam nuansa merah dan oranye.

Keramik jenis ini dibuat secara lokal dari tanah liat merah atau coklat yang dikeringkan dan dibakar pada suhu tinggi. 

Keramik terakota sangat berpori dan perlu disegel secara berkala untuk mencegah pewarnaan dan penyerapan air. Karena ini buatan tangan, mungkin ada sedikit variasi warna di setiap keramiknya.

Lantai kaca

Ini memberi kesan mewah dan luas pada kamar mandi karena memiliki permukaan bercahaya yang memantulkan banyak cahaya.

Dianjurkan untuk menggunakan kaca bertekstur karena akan membentuk permukaan anti selip dan lantai tidak licin saat basah. Ubin kaca tahan air, tahan noda, perawatan rendah dan menghambat pertumbuhan jamur dan lumut.

Keramik mosaik

Ini berukuran kecil dan dapat dibuat dari bahan seperti kaca, keramik, dan batu alam. Bagian terbaik dari keramik mosaik adalah dapat dicampur dan dicocokkan untuk menciptakan pola lantai dan dinding yang indah.

Perhatikan bahwa banyak garis nat yang dibuat selama pemasangan keramik mosaik menciptakan permukaan lantai anti selip.

Semen

Lantai semen adalah buatan tangan dan juga dikenal sebagai ubin semen encaustic. Ini kuat, tahan lama dan memiliki permukaan kasar alami yang membuatnya anti slip.

Keramik ini tersedia dalam warna-warna berani, pola modern, dan motif tradisional yang memberikan tampilan etnik pada kamar mandi. Salah satu kelemahannya adalah bahan ini sangat berpori dan perlu disegel secara berkala.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/18/040500276/simak-ini-pilihan-keramik-kamar-mandi-anti-licin

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com