Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara yang Benar Mencuci Pakaian Berbahan Denim Menurut Ahli Tekstil

JAKARTA, KOMPAS.com — Mitos tentang mencuci pakaian berbahan denim atau jin banyak beredar di masyarakat. Ada yang percaya bahwa pakaian berbahan denim tidak perlu dicuci sama sekali, ada pula yang percaya bahwa bahan ini harus dicuci menggunakan tangan.

Namun ada juga yang masa bodo dan mencuci pakaian berbahan denim dengan mesin cuci dan menggabungkannya dengan pakaian lainnya.

Ternyata, mencuci pakaian berbahan denim juga tidak boleh sembarangan. Berikut adalah tips mencuci pakaian berbahan jeans seperti dilansir dari Good Housekeeping, Selasa (20/4/2021).

Cara terbaik mencuci jeans

Baru atau lama, usahakan untuk selalu membalik jeans bagian dalam keluar sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci.

Ini membantu meminimalkan abrasi yang menyebabkan warnanya mudah pudar serta aus yang biasanya terjadi di sepanjang tepian, saku, dan bagian dekat ikat pinggang.

Penting juga untuk menutup ritsleting dan mengencangkan kancing dan kancing, ini membantu menjaga jeans tetap pada bentuknya dan mencegah pakaian atau bagian lain tersangkut dalam muatan saat dicuci di mesin cuci.

Untuk jeans robek dengan keliman atau lubang berjumbai, jepit bukaan atau tepinya dengan klip. Klip ini dapat membantu menjaga denim agar tidak berjumbai dan lubang semakin besar.

Jika celana jeans sobek milikmu harganya mahal, ada baiknya dicuci dengan tangan untuk menghindari robekan yang tidak diinginkan.

Gunakan deterjen yang dirancang untuk mempertahankan warna. Deterjen jenis ini biasanya mengandung bahan untuk membantu kain menahan pewarna dan untuk menonaktifkan klorin dalam air yang dapat memudarkan warna.

Terakhir, yang terbaik adalah mencuci jeans dengan air dingin dalam siklus yang pendek.

Cara terbaik untuk mengeringkan jeans

Jika ingin mengeringkan jeans dengan mesin pengering, pastikan untuk membalikkan celana dalam dan keringkan dengan siklus yang lembut dan pengaturan panas rendah, kecuali jika label perawatan mengarahkan sebaliknya.


Masukkan beberapa bola pengering untuk membantu menjaganya tetap berguling sehingga mengering lebih merata.

Namun ada baiknya kamu mengeringkan jeans hingga lembab untuk kemudian dijemur dan diangin-anginkan. Saat menjemur, gantung jeans dan biarkan mengering dengan sendirinya.

Mengeringkannya secara berlebihan di mesin dapat menyebabkan jeans menyusut dan suhu yang terlalu tinggi dapat mengeringkan dan merusak spandeks atau elastane pada kain yang membuatnya melar.

Jika jeansmu memiliki lebih dari 3 persen spandeks dalam campuran kain, maka lebih baik tidak mengeringkannya dengan pemanas.

Tips yang lain

Cermatlah dalam mencuci dengan mesin cuci dan pengering. Semakin banyak pakaian yang kamu masukkan ke dalam mesin cuci, kain denim akan semakin mudah aus dan robek.

Sebab, jika kurang ruang untuk bergerak, risleting dan paku keling bisa tersangkut, dan jahitan bisa patah.

Segera bersihkan ketika denim terkena noda. Beri pertolongan pertama dan segera langsung bersihkan dengan sabun dan mencucinya setelah sampai di rumah.

Pisahkan jeans terang dan gelap. Kamu mungkin berpikir bahwa mencuci semua jeans sekaligus dalam satu muatan adalah pilihan yang aman, tetapi mencampurkan denim akan membuat denim berwarna terang kelunturan warna dari denim yang berwarna gelap. Cara terbaik adalah mencuci dan mengeringkannya dalam muatan cuci yang terpisah.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/20/205700076/cara-yang-benar-mencuci-pakaian-berbahan-denim-menurut-ahli-tekstil

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com