Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Alasan Mengapa Kucing Peliharaan Memburu hingga Memakan Tikus

Namun, bukan hal asing apabila kucing kerap memburu tikus, menangkap dan memainkannya, lalu memakannya jika mereka mau. Kucing dan tikus kerap dianggap sebagai hewan yang bermusuhan atau musuh bebuyutan sehingga banyak kartun yang menceritakan perseteruan ini. 

Sebagai pemilik hewan peliharaan, sangat wajar apabila kamu merasa khawatir dan panik ketika mengetahui teman berbulumu memburu dan memakan tikus. Tapi, apakah hal seperti ini aman-aman saja untuk dilakukan kucing? Apakah ada hal yang harus dilakukan pemilik kucing ketika melihat kucingnya memakan tikus?

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (29/4/2021), dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai perilaku kucing yang memburu hingga memakan tikus sehingga kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

Sejarah Kucing Berburu Tikus

Dikutip dari Vetstreet, kurang dari 100 tahun yang lalu, sebagian besar kucing domestik adalah hewan luar ruangan. Orang-orang pada zaman itu memelihara kucing untuk mengendalikan hama karena kucing cenderung menjadi pemburu yang ulung.

Dalam hal ini, kamu hanya perlu mengamati perilaku sepupu terdekat kucing domestik, yakni kucing liar Afrika, untuk melihat perilaku berburunya. 

Kucing liar Afrika adalah hewan nokturnal dan pemburu, terutama pada malam hari.
Pendengarannya sangat tepat sehingga mereka sering dapat menemukan mangsanya hanya dengan pendengaran.

Kebutuhan Asupan Taurin

Kucing liar Afrika kebanyakan berburu tikus, burung, reptil kecil, dan serangga. Kucing liar Afrika jarang minum air, tapi mendapatkan kelembapan dari mangsa yang dikonsumsinya.

Kucing juga mengonsumsi mangsa untuk mendapatkan taurin, asam amino esensial. Tidak seperti kebanyakan hewan lain, kucing tidak menghasilkan cukup taurin. Jadi, mereka harus mengonsumsinya lewat makanannya. 

Daging adalah satu-satunya hal yang memiliki cukup taurin di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan tubuh kucing, yang membuat kucing disebut karnivora wajib. Makanan kucing komersial semuanya diperkaya dengan taurin. 


Kucing adalah Hewan Pemburu

Kucing domestik memiliki perilaku yang sebagian besar sama dengan kucing liar Afrika meski perlindungan manusia telah membuat kucing domestik berani dan memberikan kemampuan untuk berburu, baik pada siang maupun malam hari.

Kucing umumnya terlahir sebagai pemburu, bahkan pada usia enam minggu. Anak kucing akan menunjukkan perilaku menerkam makanannya. 

Berburu adalah naluri bertahan hidup alami bagi kucing. Kucing biasanya berburu secara sembunyi-sembunyi, mendekati mangsanya dengan perlahan dan hati-hati, serta merangkak ke depan dengan perutnya sampai mereka menerkam.

Kucing rumahan sebagian besar berburu di dalam ruangan sehingga hasil berburunya lebih sedikit daripada kucing luar ruangan. Hal ini karena kucing rumahan tidak memiliki akses untuk mendapatkan tikus.

Di alam bebas, anak kucing liar diajari cara membunuh mangsa oleh induknya. Kucing rumahan sering gagal mempelajari kemampuan ini. Itulah sebabnya kamu akan melihat mereka "bermain" dengan apa pun yang mereka tangkap. 

Atau mungkin kucing peliharaanmu membawa tikus kepadamu untuk dibunuh karena mereka tidak tahu caranya. Beberapa pemilik kucing menyebutnya "membawa persembahan". Jadi, sangatlah normal jika kucing peliharaan memburu tikus hingga memakannya.

Meskipun kamu mungkin berpikir hal itu menjijikkan, kucing menganggapnya sebagai hal normal, bahkan menyenangkan. Berburu adalah perilaku bawaan pada kucing dan penting bagi mereka melatih kemampuan tersebut sekalipun mereka hanya "berburu" mainan kucing atau tongkat pancing berbulu. 


Sensasi Perburuan

Kucing memiliki naluri berburu yang sangat kuat, yang dikembangkan selama beberapa ribu tahun terakhir, sejak mulai berkeliaran di sekitar orang secara besar-besaran. Kucing hanya terlatih mengejar hal-hal yang dapat mengejar dengan baik.

Namun, kucing tidak selalu memakan mangsanya. Faktanya, hal ini jarang terjadi pada kucing peliharaan. Alih-alih untuk makanan, kucing peliharaan mungkin mengejar hewan pengerat karena berbagai alasan, di antaranya menganggap hal itu menyenangkan. 

Kucing suka memanjakan naluri berburu mereka secara teratur. Ini olahraga yang bagus dan membuat mereka tetap waspada. Selain itu, kucing terkadang membawa kembali "piala", seperti binatang mati, karena mereka mencoba melatih cara berburu untuk diri sendiri.

Ini adalah layanan yang kucing sediakan untuk anak-anak mereka sendiri, tetapi terkadang kucing merasa bahwa kita manusia membutuhkan pelajaran juga.

Kucing Memakan Tikus

Rata-rata kucing sebenarnya tidak tertarik memakan tikus yang dikejar. Ini lebih tentang perburuan itu sendiri daripada kudeta yang ditakuti. Kucing di alam liar cenderung menjadi pemburu yang lebih agresif dan lebih terampil daripada kucing yang tinggal di rumah. 

Namun, kucing juga tidak memiliki kemewahan untuk menolak makanan hangat ketika mereka berhasil mendapatkannya. Artinya, kucing rumahan akan dengan senang hati mengejar tikus dan hewan pengerat. 

Kucing adalah Pembela Pasif

Jadi, Akankah kucing menyingkirkan tikus? Tampaknya, jawabannya adalah iya. Penelitian menunjukkan hanya dengan mencium bau kucing di rumah, bahkan jika mereka tetap berada di dalam rumah sepanjang tahun, hal itu mungkin cukup untuk mengusir tikus selamanya di rumah. 

Lakukan Perawatan Kucing

Namun, perlu diingat, jika kucing peliharaan keluar rumah atau berburu, penting untuk memberantas masalah cacing di tubuhnya setidaknya dua kali setahun. Hal ini harus kamu lakukan karena hewan pengerat diketahui membawa parasit usus yang dapat menginfeksi kucing dan manusia.

Dikutip dari Animal Medical Center, tikus dapat terinfeksi cacing gelang yang pada gilirannya dapat menginfeksi kucing. Tak hanya itu, tikus juga membawa toxoplasma gondii, agen toxoplasmosis. 

Toksoplasmosis mempunyai risiko lebih besar bagi manusia daripada kucing. Namun, karena kesehatan semua anggota keluarga penting, menjauhkan tikus dari rumah juga hal tak kalah penting.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/29/125934576/alasan-mengapa-kucing-peliharaan-memburu-hingga-memakan-tikus

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com