Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Hilangkan Noda Berkerak di Keran Air Kamar Mandi

Dilansir dari laman Hunker, Kamis (29/4/21), noda pada keran krom disebabkan oleh banyaknya mineral alami dalam air sadah. Mineral ini terdiri atas kalsium, magnesium, dan besi. 

Partikel besi dapat membentuk noda berwarna karat pada keran, sedangkan partikel kalsium dan magnesium biasanya membentuk residu putih berkerak pada permukaan keran. Jika noda air ini tidak dihilangkan, dapat menodai keran krom secara permanen.

Namun, tak perlu khawatir, noda air dapat dihilangkan dari keran krom dengan membersihkannya menggunakan bahan dan peralatan rumah tangga sederhana. Nah, berikut ini langkah membersihkan noda pada keran air. 

Langkah Pertama 

Campurkan cuka putih dan air dalam jumlah yang sama dalam mangkuk. Cuka putih mengandung tingkat keasaman yang tinggi, yang efektif menghilangkan noda di sebagian besar permukaan. 

Langkah Kedua 

Rendam handuk kertas tebal di dalam larutan cuka dan air. Bungkus keran air krom menggunakan handuk kertas tersebut dan biarkan selama beberapa menit untuk menghilangkan noda.  

Langkah Ketiga 

Buka bungkus handuk kertas dari keran serta bilas keran hingga bersih dengan air. Keringkan keran krom dengan kain lembut. 

Langkah Keempat 

Bersihkan noda kerak kapur yang disebabkan oleh mineral air sadah menggunakan produk pembersih dengan mengikuti petunjuk produsen. 

Langkah Kelima 

Cobalah menggunakan pembersih asam kuat dengan asam klorida encer sebagai bahan untuk menghilangkan noda air pada keran. Gunakan pembersih asam dengan mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh produsen. Jangan mencampurnya dengan produk pembersih lainnya.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/29/154158876/cara-hilangkan-noda-berkerak-di-keran-air-kamar-mandi

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com