Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Segera Ganti, Ini Bahaya Memakai Lampu Neon

Ya, lampu merupakan benda wajib yang hampir ada di setiap bangunan yang berfungsi sebagai alat penerangan. Dari masa ke masa, lampu yang digunakan sebagai cahaya buatan terus berkembang dan yang terkini adalah lampu LED. 

Berbicara tentang lampu, kamu perlu berhati-hati dengan peranti yang menghasilkan cahaya ini, khususnya jenis lampu fluorescent atau biasa disebut lampu neon dan lampu pendar.

Mengutip laman Brightside, Minggu (18/7/2021), berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health, penggunaan lampu fluorescent menyebabkan masalah penglihatan karena radiasi UV. 

Kisaran cahaya yang aman untuk menghindari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berpotensi merusak mata adalah 2000 hingga 3500K. Namun, beberapa lampu neon berada di luar kisaran aman ini.

Pencahayaan lampu neon dapat meningkatkan penyakit mata terkait dengan UV hingga 12 persen. 

Lampu neon dan radiasi ultraviolet

Melansir laman NCBI.NLM.NIH.GOV, lampu neon dalah perangkat pelepasan gas yang menggunakan listrik untuk membangkitkan uap merkuri.

Atom merkuri yang tereksitasi menghasilkan radiasi UV, yang menyebabkan lapisan phosporescent (berpendar) di dalam tabung fluorescent sehingga menghasilkan cahaya tampak. 

Lampu fluorescent yang digunakan di dalam ruangan sering kali berbentuk tabung putih dingin dengan suhu warna sekitar 4000K.

Pencahayaan fluorescent yang beroperasi di atas suhu warna 4000K, yang dikaitkan dengan panjang gelombang kurang dari 380-500 nanometer dalam kisaran UV, berbahaya bagi jaringan mata. 

Radiasi ultraviolet dan penyakit mata

Radiasi UV telah dianggap sebagai penyebab katarak dan pterigium (penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada bagian putih bola mata yang bisa mencapai kornea).

Fotoreseptor (alat indra yang menerima rangsang berupa cahaya) di retina rentan terhadap kerusakan oleh cahaya, terutama sinar UV. Kerusakan ini dapat menyebabkan kematian sel dan penyakit. 

Apakah kamu mengalami sakit kepala dan mata karena duduk di bawah pencahayaan kantor yang terang? Apakah kamu merasa gelisah dikelilingi cahaya terang?

Jika iya, kamu bukanlah satu-satunya. Intensitas dan warna lampu neon dapat merusak sistem saraf, suasana hati, dan kesehatan. 

Tak sampai di situ, di dalam setiap lampu neon setidaknya terdapat lima milligram merkuri yang berbentuk uap atau bubuk. Padahal, merkuri merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya. Beberapa milligram saja sudah bisa meracuni metabolisme tubuh manusia.

Dengan mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan, khususnya bagian mata, pertimbangkan lagi jika kamu masih bertahan untuk menggunakan lampu neon.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/07/18/200500876/segera-ganti-ini-bahaya-memakai-lampu-neon

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com