Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harus Tahu, Ini 6 Perbedaan Antara Oven dan Microwave

JAKARTA, KOMPAS.com— Oven dan microwave seringkali membuat orang bingung karena fungsinya yang hampir sama.

Namun saat telah membelinya, mereka kemudian kecewa karena ternyata fungsi dari kedua alat elektronik ini berbeda.

Bagi kamu yang berencana membeli salah satu dari oven atau microwave, lebih baik mencari tahu tentang perbedaan keduanya. Berikut adalah perbedaan antara oven dan microwave seperti dilansir dari The Home Mantra, Minggu (31/10/2021).

1. Mesin

Meskipun sama-sama berbentuk persegi panjang, bagian-bagian di dalamnya ternyata berbeda.

Namun, microwave memiliki magnetron untuk menghasilkan gelombang mikro, pemandu gelombang yang membantu gelombang melewati dari magnetron ke wadah bagian dalam, pengaduk untuk menyebarkan gelombang mikro, dan piring yang dapat diputar untuk memutar makanan agar panas dengan merata.

Sedangkan oven memiliki elemen pemanas di bagian atas dan bawah ruang memasak bersama dengan kipas dan pemanggang.

2. Proses pemanasan

Ini adalah proses utama dalam oven yang harus diperhatikan saat memasak. Proses pemanasan keduanya juga berbeda.

  • Proses pemanasan dalam microwave

Dalam oven microwave, magnetron adalah tabung vakum yang menghasilkan gelombang mikro.

Saat dialiri listrik, ia mengubah elektron menjadi elektron yang berosilasi dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi gelombang mikro. Dengan demikian, produksi gelombang mikro berlangsung.

Gelombang mikro yang dihasilkan kemudian masuk ke ruang masak melewati pandu gelombang.


Pengaduk seperti kipas hadir di bagian atas ruang memasak, memungkinkan gelombang mikro menyebar secara merata di dalamnya.

Gelombang mikro penyebar dipantulkan ke dinding ruang memasak oleh gelombang yang memantulkan lapisan bahan dan cenderung memantul kembali beberapa kali.

Gerakan dan buih gelombang mikro kemudian masuk ke dalam makanan yang mengandung molekul air. Sifat dielektrik molekul air menggetarkan penetrasi microwave dan menghasilkan pembentukan panas.

Pelat yang dapat diputar di bagian bawah ruang memasak membantu makanan berputar dan matang secara merata.

Oven memanaskan makanan dengan elemen pemanas. Elemen pemanas menjadi panas dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas.


Panas yang dihasilkan dalam elemen pemanas mengubah udara normal menjadi udara panas di ruang memasak.

Udara panas disirkulasikan dengan kipas yang dipasang di tengah bagian belakang oven. Dan juga membuat aliran panas menyebar secara merata di dalam ruang oven.

Jadi, makanan yang diletakkan di nampan di oven konveksi bisa memanas dan matang merata.

3. Waktu yang dibutuhkan untuk memasak

Waktu yang dibutuhkan untuk memasak selalu tergantung pada ukuran dan ketebalan makanan.

Dalam microwave, pemasakan makanan dimulai dari lapisan dalam terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke lapisan luar. Sedangkan dalam oven konveksi makanan dimasak dari lapisan luar terlebih dahulu baru kemudian dialirkan ke bagian dalam makanan.

Namun jika ingin memasak makanan dengan ukuran dan ketebalan yang sama maka microwave membutuhkan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan oven.

4. Kegunaan

  • Memanaskan ulang

Untuk memanaskan ulang makanan, kebanyakan orang akan memilih oven. Namun, jika kamu sedang terburu-buru maka sebaiknya memilih microwave untuk tujuan pemanasan ulang.

Karena gelombang mikro menggetarkan molekul air dalam makanan sekitar satu juta kali per detik. Jadi, proses pemanasan lebih cepat dalam microwave dibandingkan oven.

  • Memanggang

Jika kamu ingin membuat masakan dengan cara dipanggang maka oven adalah pilihan yang terbaik. Karena proses pemanasan dimulai dari permukaan luar membuat makanan menjadi renyah, panggang, dari luar dan lembab di dalam.

Ada beberapa pilihan microwave yang memiliki fungsi memanggang. Jadi, lakukan pengecekan sebelum membeli oven untuk pilihan grill, bake, dan broil.

  • Mencairkan

Mencairkan es kini menjadi hal yang biasa sebelum mengonsumsi makanan beku. Jadi, bagi


mereka yang menginginkan pencairan dengan cepat, maka ada baiknya untuk memilih microwave karena oven tidak memiliki opsi ini.

  • Konsumsi energi

Ketika sampai pada titik anggaran konsumsi energi listrik, microwave mengkonsumsi lebih sedikit listrik bila dibandingkan dengan oven.

Jumlah energi yang dikonsumsi oleh oven microwave dapat bervariasi tergantung pada modelnya. Tetapi kisaran konsumsi energi oven microwave sekitar 500-1800 watt sedangkan konsumsi energi oven konveksi sekitar 2.500 hingga 5.000 watt.

  • Pembersihan

Ini juga penting bagi orang-orang yang akan membersihkan tempat-tempat kecil yang sibuk di dalam oven.

Pada oven cukup sulit dibersihkan dibandingkan microwave karena adanya elemen pemanas.

Kita perlu membersihkan oven hanya jika panas elemen pemanas berkurang. Dan sebagai tambahan, ia juga memiliki baki dengan pemanggang yang membutuhkan banyak waktu untuk membersihkannya.

Tetapi pembersihan microwave tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga karena dinding oven yang halus hanya membutuhkan handuk basah dan pembersih untuk mengelapnya.

5. Kekurangan

Kekurangan adalah hal penting yang harus diperhatikan saat membeli produk. Berikut kekurangan dari microwave dan oven.

Oven

  • Menyebabkan makanan gosong jika dimasak berkali-kali.
  • Oven menyebarkan bau makanan dan membuat ruangan lebih hangat setelah digunakan.
  • Kipas angin yang ada di dalamnya mungkin berisik.
  • Bahan dalam oven konveksi tidak dirancang untuk tahan panas.

Microwave

  • Tidak adanya fasilitas rak
  • Kerusakan akan menghasilkan radiasi gelombang mikro.
  • Plastik di dalam membuat makanan menjadi beracun.
  • Bahkan lubang kecil di permukaan menyebabkan radiasi gelombang mikro.

6. Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, jelas bahwa microwave adalah yang terbaik untuk dibeli. Ini mengalahkan oven dalam semua aspek kecuali dalam beberapa kasus seperti radiasi dan pemanggangan.

Namun, gelombang mikro baru yang canggih telah mengatasi keunggulan ini dengan anti bocor radiasi, dan dengan opsi memasak yang juga bervariasi.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/10/31/233449776/harus-tahu-ini-6-perbedaan-antara-oven-dan-microwave

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com