Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Cara Menghilangkan Bau Kucing dari Dalam Rumah

Tidak hanya itu, bau kucing di dalam rumah juga dapat mengganggu kesehatan keluarga dan membuat tamu enggan berkunjung kembali pada waktu mendatang.

Bruce Vance, House Cleaning Technician bersertifikat di Town and Country Cleaning Services, menjelaskan bahwa bau kucing, khususnya urine kucing, sulit dihilangkan karena susunan kimiawinya.

“Urine kucing mengandung asam urat bersama dengan senyawa lainnya seperti feromon, terutama jika kucing mengklaim wilayahnya,” ujar Vance, seperti dikutip Family Handyman, Selasa (8/2/2022).

Bahkan, saking membandelnya, produk pembersih yang ada di pasaran pun tidak bisa menghilangkan bau asam yang dapat bertahan di rumah selama bertahun-tahun.

Tidak hanya itu, urine kucing juga mengandung urea—senyawa berbeda yang tercipta saat protein dipecah. 

Urea tidak berbau, tetapi seiring berjalannya waktu, urea akan terurai menjadi amonia yang memiliki bau sangat kuat. Karena itu, urine kucing cenderung berbau lebih buruk dari waktu ke waktu.

Selain urine kucing, hal lain yang dapat membuat rumah memiliki bau kucing adalah bulu kucing, muntahan, rontokan kulit kering, dan kotoran.

Lantas, apakah ada cara menghilangkan bau kucing di dalam rumah? 

Dokter hewan, Chyrle Bonk, mengatakan penyedot debu dapat digunakan untuk membantu menghilangkan bau dari bulu dan rontokan kulit kering kucing.  

Jika kucing merontokkan bulunya (shedding), bersihkan rumah setidaknya seminggu sekali. Pastikan segera mengosongkan kantung penyedot debu agar baunya tidak bertahan.

Selanjutnya, cuci kasur atau selimut kucing secara berkala untuk membantu mengendalikan baunya sembari menghilangkan rambut dan rontokan kulit yang ada.

  • Baking soda

Menurut Vance, baking soda dapat menetralisir sifat asam seperti asam urat pada urine kucing. Caranya, taburkan baking soda pada area yang terkena urine kucing.

Diamkan taburan baking soda selama 15-30 menit, tergantung keparahan baunya, lalu segera dibersihkan. 

  • Cuka putih atau cuka apel

Cuka memiliki sifat asam. Vance mengatakan cuka dapat menetralisir bakteri pada urine kucing dan mengurangi baunya.

Campurkan cuka putih atau cuka apel dan air ke dalam botol semprot dalam jumlah yang sama. Semprotkan campuran ini pada area yang terkena, lalu bersihkan pakai tisu dapur. Ulangi sampai baunya hilang.

Pembersih enzimatik efektif menghilangkan bau kucing lantaran dapat memecah amonia, belerang, dan senyawa lain dalam urine, muntahan, serta kotoran kucing.

Bahkan, menurut Vance, pembersih enzimatik lebih efektif menghilangkan bau kucing dibanding baking soda, cuka, dan air.

Untuk menggunakannya, ikuti petunjuk produk. Namun, secara umum, cara penggunaannya adalah menyemprotkan produk pada area yang terdampak dan diamkan selama 15-30 menit.

Setelah itu, bersihkan cairan dan gosok area tersebut sebelum dibiarkan mengering secara alami selama beberapa jam.

  • Hidrogen peroksida

Cara lain yang dapat digunakan adalah memanfaatkan hidrogen peroksida. Senyawa ini dapat mengoksidasi bau amonia.

Tuangkan hidrogen peroksida pada area rumah yang terkena, lalu diamkan selama lima menit, dan bersihkan atau gosok cairan.

Bau kucing masih belum hilang

Terkadang, bau kucing masih belum hilang meski sudah dibersihkan dan kamu tidak tahu dari mana asal bau kucing tersebut.

Namun, menaburkan baking soda pada beberapa area yang dicurigai, menyedot debu secara berkala, dan membersihkan lantai dengan cuka dan air dapat membantu menghilangkannya. 

Apabila cara-cara tersebut sudah dilakukan dan rumah tetap bau kucing, cobalah minta bantuan dari pembersih profesional.

“Pada kasus ekstrem, bau kucing menempel pada furnitur, bahkan tembok ruangan. Mungkin kamu perlu membawa seorang profesional untuk mengatasinya,” pungkas Vance.

https://www.kompas.com/homey/read/2022/02/08/071300976/5-cara-menghilangkan-bau-kucing-dari-dalam-rumah

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com