Akan tetapi, terkadang beberapa pemilik kucing keliru menunjukkan rasa cintanya pada sahabat bulu.
Dilansir dari Cuteness, Selasa (8/2/2022), terkadang beberapa pemilik kucing menganggap tindakan yang dilakukannya sebagai rasa sayang atau hal lucu, tapi hal itu justru membuat kucing tidak nyaman.
Hal ini dapat merusak hubungan pemilik dengan kucing peliharaan serta kepercayaan kucing kepada orang lain. Karena itu, memahami bahasa tubuh kucing menjadi kunci untuk memperlakukan kucing peliharaan lebih baik.
Kucing mengomunikasikan kenyamanan, kesenangan, dan ketidaksenangannya melalui bahasa tubuh sehingga penting bagi pemilik kucing memahaminya.
Tanda lain yang menunjukkan kucing senang adalah berkedip secara perlahan. Sebuah studi ilmiah menunjukkan bahwa ekspresi wajah ini kucing sebagaimana mata manusia yang cenderung menyipit ketika tersenyum.
Selain itu, suara dengkuran kucing juga menandakan hal baik bahwa kucing peliharaan bahagia. Namun, makna di balik dengkuran kucing ini bisa lebih sulit dipahami.
Di sisi lain, dengkuran bisa menjadi pertanda bahwa kucing sedang stres, kesakitan, dan mencoba menenangkan diri.
Untuk mengomunikasikan ketidaksenangan atau kecemasan, kucing sering bersuara seperti mengeong, mendesis, atau menggeram ketika tidak nyaman, tidak suka, atau stres dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Dalam kondisi ini, kucing akan sering menegang dan meratakan tubuhnya dengan kaki di bawahnya. Namun, beberapa kucing merespons stres atau ketidaknyamanan dengan menjadi gelisah, berlari ke bagian lain rumah, bahkan bersembunyi.
Jika Anda melakukan sesuatu yang tidak disukai sahabat bulu, kucing akan tampak menarik diri dan mencoba melarikan diri dari interaksi yang tidak menyenangkan dengan pergi ke belakang furnitur atau mencoba memanjat area yang tinggi .
Kucing yang khawatir sering kali membuka matanya lebar-lebar dan meratakan telinganya. Ketika sangat stres dan kesal, kucing bahkan bernapas melalui mulut yang merupakan tanda tekanan emosional yang ekstrem.
Nah, berikut hal-hal yang dilakukan pemilik yang tidak disukai kucing peliharaan.
Namun, penting bagi kucing memiliki kemampuan untuk menang saat bermain. Segala jenis permainan (seperti menggunakan laser pointer) dapat membuat kucing stres, cemas, dan frustrasi karena terus mengejar titik laser, tetapi tidak berhasil.
Kucing adalah pengamat yang tajam terhadap lingkungannya. Gerakan cepat atau tidak menentu yang tiba-tiba dapat membuat kucing khawatir.
Hal ini dapat menyebabkan kucing berusaha menjaga jarak dari orang-orang, terutama orang yang tidak dikenal, sehingga menyebabkan kucing bersembunyi saat ada tamu di rumah.
Kucing memiliki pendengaran yang sangat sensitif. Musik dan suara keras tidak hanya mengejutkan dan mengganggu kucing, tapi juga membuatnya tidak nyaman.
Manusia sering menunjukkan kasih sayang secara fisik dengan berpelukan, tapi tidak dengan kucing. Bagi kebanyakan kucing, pelukan dan digendong bisa membuatnya stres dan kesal.
Tak heran, saat ditinggal sendirian terlalu lama atau terlalu sering bisa membuat kucing stres. Tanda-tanda ini bisa diamati dari peningkatan vokalisasi, menggaruk furnitur, atau membuang air di luar kotak pasir kucing.
Jika melihat kucing berbaring miring dengan perut terbuka, itu tidak berarti adalah undangan untuk mengelus perutnya.
Kucing mungkin merasa terancam oleh seseorang yang mencoba mengelus perutnya dan terlalu terstimulasi oleh sensasi tersebut.
Beberapa pemilik menganggap kucing peliharaan sebagai bayi dan menggendongnya layaknya seorang bayi. Namun, gendong seperti itu tidak disukai kucing.
Posisi ini membuat kucing merasa dibatasi, rentan terluka, dan tidak nyaman sehingga membuat kucing akan melepaskan diri, bahkan menyerang.
https://www.kompas.com/homey/read/2022/02/08/231700976/wajib-tahu-ini-tanda-tanda-kucing-bahagia-dan-tidak-nyaman