Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Penyebab Bulu Kucing Kusut?

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat bulu kucing peliharaan mengalami kusut yang lebih parah dari biasanya, mungkin kucing memerlukan bantuan profesional untuk mengembalikan tatanan rambutnya ke bentuk normal. 

"Pertahanan alami kucing terhadap bulu yang kusut adalah perawatan dengan lidah, gigi, dan cakarnya," jelas Lindsay Butzer, seorang dokter hewan dan juru bicara Zesty Paws, sebuah brand makanan kucing yang dilansir dari Daily Paws, Sabtu (5/3/2022).

Namun, ini bisa menjadi banyak pekerjaan untuk ras kucing tertentu dan bisa menjadi lebih sulit seiring bertambahnya usia, bertambahnya berat badan, atau dengan perubahan musim.

Lantas, apa penyebab bulu kucing mengalami kusut daripada biasanya?

"Segala sesuatu mulai dari cuaca hingga kesehatan kucing Anda dapat menyebabkan buku kucing yang kusut," kata Daniel Lioyryan, penata rambut kucing dan salah satu pemilik Cats in the City, salon kucing di Portland, Oregon, AS.

Berikut adalah apa yang dapat menyebabkan bulu kucing menjadi sangat kusut. 

1. Bulu berlebih

"Jika lapisan bawah menumpuk bulu berlebih karena bulu tidak mudah rontok atau tidak cukup disikat secara teratur, maka kusut akan terbentuk," jelas Lioyryan.

Ini terutama berlaku untuk kucing berbulu panjang, tetapi kucing berbulu pendek juga bisa mengalami hal ini.

Lapisan bawah kucing berbulu pendek seringkali lebih tebal daripada lapisan bawah kucing berbulu panjang, yang berarti mereka juga bisa mendapatkan kekusutan.

2. Kelembapan

Seperti manusia berambut keriting, Lioyryan mengatakan bahwa lapisan bawah kucing tidak dapat mengembang dan rileks dalam kondisi lembap. 

3. Infeksi

Infeksi kulit atau luka dapat menyebabkan kekusutan bulu pada area yang terkena.

Ini, pada gilirannya, dapat membatasi aliran udara dan memperburuk infeksi yang mendasarinya.

4. Keturunan

Lioyryan mengatakan beberapa ras kucing memiliki lapisan bawah yang lebih tebal, membuat mereka lebih rentan terhadap kekusutan. Ras kucing dengan lapisan bulu bawah tebal meliputi kucing persia, himalaya, Maine Coon, ragdoll, Norwegian Forest Cat, dan kucing siberia.

5. Minyak tubuh berlebihan

Produksi minyak tubuh berlebih sering terjadi pada kucing dengan penyakit hipertiroid, kucing yang belum disteril (terutama jantan), dan kucing dengan kondisi yang dikenal sebagai seborrhea.

Kondisi apa pun yang menyebabkan minyak berlebih juga dapat menyebabkan bulu menjadi kusut, Lioyryan menjelaskan.

Usia
Kucing yang sehat dan sigap dapat memutar tulang punggungnya hampir 360 derajat untuk membersihkan dirinya sendiri pada setiap sudut dan celah. Tetapi seiring bertambahnya usia kucing, mobilitas berkurang dan menjadi semakin sulit untuk merawat tempat-tempat yang sulit dijangkau itu. "Yang paling mencolok, ini menyebabkan bercak berminyak pada bulu di bagian belakang, pinggul, dan pangkal ekor, semuanya bisa menyebabkan kekusutan," kata Lioyryan. 

Bobot
Sama seperti kucing yang menua, kucing yang kelebihan berat badan tidak bisa berputar dan membersihkan diri seperti seharusnya. Belum lagi kelebihan berat badan bisa berarti produksi minyak yang berlebihan, memperparah masalah ini.

https://www.kompas.com/homey/read/2022/03/05/162300076/apa-penyebab-bulu-kucing-kusut-

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com