Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Suara yang Dapat Didengar Kucing meski Sangat Kecil

Bahkan, kucing bisa mendeteksi suara dengan frekuensi sangat tinggi dan volume lebih rendah. 

Keunggulan ini membuat kucing mampu mendengar suara ultrasonik mengenali lingkungan sekitarnya dengan lebih baik, termasuk mendeteksi keberadaan mangsa atau potensi bahaya meski bagi manusia tampak sunyi.

"Tidak hanya mendengar suara frekuensi tinggi lebih baik daripada manusia, mereka juga mampu mendengar suara frekuensi rendah," kata Julie Hunt, dokter hewan di Embrace Pet Insurance yang berbasis di Amerika Serikat, dikutip dari Paradepest, Rabu (25/3/2026).

Telinga kucing sangat fleksibel membuatnya dapat berputar hingga 180 derajat untuk menentukan sumber suara, membantunya menentukan lokasi bahaya atau makanan, serta memberi kucing keunggulan evolusioner dalam berburu dan menghindari predator.

Selain itu, telinga kucing memiliki lebih banyak sel pendengaran di bagian telinga bagian dalam membuatnye mempunya pendengaran lebih baik dibanding anjing, terutama suara frekuensi tinggi. 

Nah, berikut sejumlah suara yang dapat didengar kucing meski sangat kecil, tapi tidak oleh manusia. 

Suara mangsa ultrasonik

Kucing dapat mendengar suara cicitan hewan pengerat bernada tinggi dan suara serangga yang frekuensinya terlalu tinggi untuk telinga manusia. 

“Kucing dapat mendengar suara hingga 85.000 Hz—jauh lebih tinggi daripada 20.000 Hz yang dapat dideteksi telinga manusia,” imbuh dokter Hunt.

Kucing dapat mendengarnya dari jarak lebih jauh sekitar lima kali lipat daripada telinga manusia. Selain itu, kucing sangat pandai melokalisasi sumber suara dengan cepat.

Ketika berada satu meter dari mangsanya, kucing dapat melokalisasi suara tersebut ke area dalam radius tujuh sentimeter dari mangsa, yang membuatnya menjadi pemburu yang lebih efektif.

"Suara frekuensi tinggi dari gangguan elektronik memungkinkan mereka dapat mendengar dengungan elektronik frekuensi tinggi, seperti yang dihasilkan komputer, TV, lampu neon, lampu LED, dan perangkat rumah pintar," kata Hunt.

Sayangnya, kemampuan ini terkadang dapat menyebabkan stres, kecemasan, atau perilaku waspada pada kucing yang sensitif. 

Suara jarak jauh

Kucing dapat mendeteksi suara lima kali lebih jauh daripada manusia.

“Mereka dapat mendengar suara dari jarak hingga 1-1,6 kilometer, tergantung pada karakteristik suara tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk menemukan mangsa atau bersembunyi saat ada ancaman,” ucap Hunt.

Karena itu, kucing dapat merasakan bagaimana sensitivitas ultrasonik dan persepsi pendengaran yang tajam sehingga sangat menyadari dunia di sekitarnya—mendengar lebih banyak hal, bahkan tidak dapat dibayangkan manusia.

Detak jantung dan pernapasan manusia

Selanjutnya, suara yang dapat didengar kucing adalah detak jantung dan pernapasan manusia yang memiliki tingkat suara sekitar 10 desibel.

“Kucing juga mampu mendengar suara yang sangat lirih hingga mencapai -10 desibel. Karena itu, kemungkinan besa dapat mendengar detak jantung dan pernapasan manusia. Suara ini mungkin menenangkan bagi kucing,” kata dokter hewan Hunt. 

Getaran bawah tanah berfrekuensi tinggi

Terakhir, suara yang dapat didengar kucing meski sangat kecil adalah getaran bawah tanah berfrekuensi tinggi, seperti gempa bumi yang tidak dapat dirasakan manusia dan peristiwa alam lainnya. 

“Tanah dan lapisan tanah dapat mentransmisikan suara, mengubah aktivitas seismik menjadi gelombang suara yang dapat didengar, terutama oleh hewan, termasuk kucing,” jelas Hunt. 

Meski hanya getaran, suara frekuensi tinggi ini mungkin terdengar seperti raungan atau gemuruh bagi kucing.

Namun, hal ini dapat bermanfaat bagi kucing untuk mencari tempat aman untuk bersembunyi. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/25/142237076/5-suara-yang-dapat-didengar-kucing-meski-sangat-kecil

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com