Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Peralatan Kebersihan yang Perlu Diganti Lebih Sering

Pasalnya, seiring penggunaan, peralatan bersih-bersih bisa menjadi sumber kotoran dan kuman jika tidak dibersihkan dan diganti secara rutin. 

Selain itu, kehilangan efektivitasnya untuk membersihkan berbagai barang dan permukaan di rumah. Karena itu, penting mengetahui kapan waktu tepat mengganti peralatan kebersihan agar kebersihan rumah tetap terjaga maksimal.

Nah, dikutip dari The Spruce, Senin (30/3/2026) berikut sejumlah peralatan kebersihan yang perlu diganti lebih sering agar tidak menumpuk kotoran dan menjadi sarang bakteri.

“Jika digunakan terus-menerus spons dengan cepat menjadi tempat berkembang biak kuman berbahaya," kata Lexy Ford, pendiri Passion Organizing, perusahaan jasa kebersihan asal Amerika Serikat (AS).

Karena itu, Ford menyarankan menggantinya dengan yang baru setidaknya dua minggu sekali atau menggantinya jika spons sudah mulai berbau atau hancur. 

Sikat kloset 

Selanjutnya, peralatan kebersihan yang perlu diganti lebih sering adalah sikat kloset.

Sikat kloset dapat menjadi sarang bakteri jika tidak dibersihkan dan diganti secara rutin.

"Karena sering bersentuhan dengan bakteri, sikat kloset di kamar mandi mungkin menyebarkan lebih banyak kuman daripada membersihkan. Sikat tersebut mudah terkontaminasi, khususnya jika tidak dikeringkan dengan benar," ucap Ford.

Untuk mencegahnya menjadi sarang bakteri, pastikan rutin menggantinya setiap enam bulan sekali.

Produk pembersih cair

Sebagian orang mengira produk pembersih aman digunakan tanpa batas waktu tertentu, tetapi kenyataannya efektivitasnya akan berkurang seiring waktu. 

"Disinfektan, pembersih kaca, dan semprotan serbaguna dapat kehilangan efektivitasnya karena bahan aktifnya terurai," kata Ford.

Ford menyarankan menuliskan tanggal pembelian di setiap produk pembersih guna memastikan efektivitasnya. Umumnya, produk pembersih akan tetap efektif digunakan dalam waktu enam sampai 12 bulan. 

Misalnya, kain pel berbahan mikrofiber yang cenderung lebih higienis daripada pel lantai berbahan benang atau spons dapat bertahan sekitar enam hingga sembilan bulan. 

“Namun, akan jauh lebih baik mengganti pel lantai berbahan spons setelah dua bulan dan pel lantai berbahan benang setelah tiga hingga bulan,” ujar Murphy

Sapu

Sapu juga termasuk peralatan kebersihan yang perlu diganti lebih sering. Sebagian orang mengganti sapu saat kondisinya sudah benar-benar rusak atau patah, padahal perlu lebih sering diganti daripada seharusnya. 

"Tidak ada yang mengganti sapu, tetapi bulunya akan aus dan kurang efektif mengangkat debu dan kotoran," kata Murphy.

Umumnya, sapu akan bertahan satu sampai dua tahun, tergantung pada penggunaannya. Namun, salah satu cara efektif mengetahui kapan sapu di rumah harus diganti adalah memperhatikan bulu sapu.

Jika bulu sapu mulai berjumbai dan bengkok, tandanya sudah hampir rusak dan perlu segera diganti. 

Lap dapur

Alat bersih-bersih lainnya yang perlu lebih sering diganti adalah lap dapur. Coba pikirkan seberapa sering kamu menggunakannya sepanjang hari. 

Lap dapur tidak hanya digunakan untuk mengeringkan tangan, tetapi juga membersihkan area wastafel atau area lain di dapur.

Meski tidak perlu mengganti lap dapur sampai benangnya terurai atau rusak, kamu tetap perlu mencucinya lebih rutin daripada biasanya.

Murphy merekomendasikan mencucinya setiap beberapa hari sekali.

Filter vakum

Terakhir, peralatan kebersihan yang perlu diganti lebih sering adalah filter vakum. Penyedot debu yang tepat akan bertahan bertahun-tahun, tetapi penting selalu mengganti filternya. 

Murphy menyarankan mencuci atau mengganti filter secara berkala karena dapat mengumpulkan debu dan bulu hewan peliharaan.

"Ganti filter vakum setiap tiga sampai enam bulan sekali. Untun filter yang dapat dicuci, sebaiknya cuci setidaknya satu bulan sekali," ujar Murphy. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/30/115500176/7-peralatan-kebersihan-yang-perlu-diganti-lebih-sering

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com