Tak heran, meja dapur marmer menjadi pilihan favorit banyak orang. Namun, memilih material marmer untuk meja dapur tidak boleh sembarangan.
Beberapa varietas marmer memiliki spora urat, tepian, dan finishing berbeda yang dapat mempengaruhi usia pakai serta ketahanan.
Untuk itu, disadur dari House Beautiful , Senin (30/3/2026), berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih meja dapur marmer agar tampilannya lebih elegan dan berumur panjang.
Pilih model klasik
Meski sebagian besar jenis marmer memiliki daya tarik tak lekang waktu, beberapa jenis lebih diasosiasikan dengan tampilan lebih klasik.
“Jangan ragu memilih variasi marmer yang berani, batu tersebut dapat menambah karakter dan kepribadian unik dan menghasilkan gaya abadi yang tetap relevan,” jelas Brittany Farinas, pendiri dan Direktur Kreatif House of One di Amerika Serikat (AS)
Menyajikan pola urat pada sifat-sifatnya
Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan saat memilih meja dapur marmer adalah menyajikan pola urat.
Salah satu keunggulan utama marmer adalah sifat yang alami sehingga setiap lempeng memiliki pola berbeda, bahkan dari jenis marmer yang sedang tren.
Jess Klein, desainer interior di AS, mengatakan untuk melihat keseluruhan lempengan marmer dengan saksama sebelum membeli.
“Pastikan pola uratnya sesuai dengan keseluruhan ruangan agar membuat tampilan dapur terasa lebih harmonis,” kata Klein.
Meski pilihan pola dan warna kembali ke selera, umumnya marmer dengan urat lebih halus dan tidak terlalu kontras cenderung memiliki kesan lebih abadi secara tampilan serta tidak cepat ketinggalan tren.
Pola yang terlihat alami dan seimbang akan menciptakan suasana lebih tenang serta nyaman. Hindari pola terlalu ramai atau acak jika ingin tampilan lebih rapi dan mudah dipadukan.
Pilih tepian dan finishing dengan bijak
Saat memilih bentuk tepi dan jenis finishing pada meja dapur marmer sering kali dipengaruhi tren.
Misalnya, Klein mengatakan bentuk tepian ogee (melengkung dan berlekuk) sedang tren, tapi gaya ini akan cepat berubah dibanding bentuk yang lebih sederhana, seperti tepi lurus halus atau sedikit membulat.
Jill Goldberg, pendiri Hudson Interior Designs, juga menyarankan tidak memilih bentuk tepi yang terlalu rumit atau berlebihan.
Pilih yang simpel, seperti tepi lurus yang halus atau tepi membulat penuh (bullnose).
Selain itu, jenis finishing juga penting. Finishing mengkilap terlihat cantik di awal, tetapi pada marmer, tanda pemakaian seperti goresan atau noda cenderung lebih cepat terlihat, bahkan dalam waktu singkat.
Sebaliknya, marmer dengan finishing doff tampak lebih natural, perubahan seiring pemakaian terlihat lebih halus dan tidak mencolok, tampilannya tetap elegan serta tidak mudah ketinggalan jaman.
Menghubungkan dengan elemen lain di dapur
Kesesuaian dalam desain sangatlah penting. Jika dilakukan dengan baik, dapur akan menghasilkan tampilan rapi, nyaman, serta tidak mudah ketinggalan zaman.
Untuk mencapai hal itu, Mimi Meacham, desainer dan pendiri Marian Louise Design, menjelaskan untuk menjadikan marmer sebagai titik awal desain
Ketika sudah menemukan lempengan marmer yang benar-benar indah, dari situ, pilih palet warna yang mendukung elemen dapur di sekitarnya.
Jika marmer memiliki nuansa hijau lembut atau abu-abu kecoklatan, cobalah menerapkan warna tersebut pada lemari dapur.
"Apabila pola uratnya terasa hangat, padukan dengan aksen kuningan antik atau aksen kayu dengan warna hangat," ujar Meacham.
Pendekatan ini membuat desain terasa lebih menyatu dan alami karena semuanya berasal dari satu inspirasi utama, yaitu sifat itu sendiri.
Pendekatan ini akan menciptakan tampilan lebih menyatu dan alami karena desainnya dirancang dengan sengaja.
Mengaitkan sisi estetika
Terakhir, hal yang perlu diperhatikan saat memilih meja dapur marmer adalah mengaitkan sisi estetika.
Inspirasi desain dapur bisa didapat dari banyak hal, misalnya media sosial. Namun, memilih berdasarkan selera menjadi cara terbaik menciptakan dapur tahan lama.
“Kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik rumah adalah langsung mengikuti saran apa yang saat ini sedang digunakan semua orang atau populer,” ucap Danielle Nicholson, desainer di Danielle Nicholson Design.
Padahal, sesuatu yang populer dapat dengan cepat terasa membosan karena jika semua orang menggunakannya, itu tandanya pasar menjadi jenuh. Jadi, temukan apa yang menjadi selera kamu.
https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/30/201622576/5-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-memilih-meja-dapur-marmer