JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk melapisi dinding dan lantai di dapur, keramik masih menjadi pilihan utamanya, di samping harganya lebih terjangkau, perawatannya pun tidak sesulit pelapis dinding lainnya.
Namun, hanya satu permasalahannya yakni keretakan pada permukaannya.
Dilansir dari The Spruce, Sabtu (27/2/2021), keramik retak pada lantai dan dinding merupakan masalah karena cukup sulit untuk melacak sumber keretakannya.
Baca juga: Trik Menghilangkan Noda Cat pada Keramik
Dalam banyak kasus, retakan dapat disebabkan faktor di bawah atau sekitar keramik. Retakan garis pada keramik dapat terjadi karena alasan beton yang tidak diawetkan dengan benar atau pelenturan lapisan bawah dan balok.
Mengidentifikasi sumber retakan keramik adalah langkah pertama untuk memperbaiki retakan tersebut.
Pukulan Tajam
Jika retakan terletak di satu area dan meluas hanya pada satu keramik, kemungkinan retakan tersebut disebabkan oleh pukulan atau hantaman tajam pada keramik.
Di dapur, khususnya, di mana benda berat seperti kaleng, panci, dan wajan terjatuh, keramik sering kali pecah. Pintu masuk adalah tempat umum lainnya yang sering terjadi keretakan terkait benturan karena barang mungkin terjatuh saat membuka pintu.
Baca juga: 5 Kesalahan dalam Renovasi Kamar Mandi, Ventilasi hingga Keramik
Umumnya, jenis retakan ini ditemukan di dekat pinggiran lantai, bukan di tengah.
Beban Berat
Sebagian keramik memiliki beban beratnya masing-masing sehingga ketika beban yang ditanggungnya terlalu berat akan mengakibatkan keretakan pada permukaan keramik.
Selama keramik tidak pecah di bawah tekanan 113 kg, keramik dianggap memenuhi syarat. Kebanyakan keramik memenuhi minimum 113 kg.
Namun, perlu diingat bahwa ini adalah bobot mati. Jika penggerak yang keliru membiarkan lemari es, meja, mesin cuci piring, atau jika lemari terlalu keras di lantai, ini dianggap pukulan yang tajam dan dapat dengan mudah memecahkan keramik.