Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Mitos Perawatan Rumah yang Tidak Perlu Diikuti

Kompas.com, 18 Juni 2021, 19:55 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Membersihkan dan melakukan perawatan rumah adalah tugas rutin yang dilakukan pemilik rumah. Selain membuat rumah bersih dan sehat, melakukan perawatan rumah dapat memberi kenyamanan dan keamanan pada rumah. 

Sayangnya, dalam melakukan perawatan rumah, banyak pemilik rumah yang masih mengikuti keyakinan di masyarakat meski hal tersebut jelas salah alias hanya mitos. 

Baca juga: 5 Tips Aman Mengemas TV saat Pindah Rumah

Nah, demi tidak terjebak pada hal yang salah, berikut ini mitos perawatan rumah yang tidak perlu diikuti dan dipercaya dilansir dari lamam Reader’s Digest, Jumat (18/6/2021).

Memotong sedikit rumput 

Jika memotong rumput bukanlah tugas perawatan rumah favorit, Anda mungkin tergoda untuk memotong rumput sampai pendek sehingga tidak perlu memotongnya terlalu sering.

Namun, The Lawn Institute melaporkan bahwa memotong rumput terlalu pendek menciptakan lingkungan untuk gulma dan infestasi penyakit. Ini juga menyebabkan rumput kehilangan kelembapan lebih cepat. 

Baca juga: 5 Mitos Mencuci Pakaian yang Masih Dipercaya sampai Sekarang

“Pilih ketinggian pemotongan yang sesuai untuk rumput di halaman Anda. Kemudian, atur tinggi bilah pemotong sehingga memotong tidak lebih dari sepertiga bagian atas rumput. Ini akan mendorong akar yang lebih kuat.” 

Hemat energi dengan mematikan AC saat tidak di rumah

Anda mungkin berpikir dapat menghemat energi dan biaya jika mematikan AC ketika meninggalkan rumah. Namun, ternyata ini bukan cara terbaik menghemat energi dan uang. 

“Masalahnya di sini adalah ketika kembali ke rumah dan menyalakan AC, unit AC harus bekerja lembur untuk mendinginkan rumah kembali, meniadakan penghematan energi yang Anda peroleh,” menurut Inspeksi Properti Nasional.

Baca juga: 4 Mitos Feng Shui yang Tak Perlu Dipercaya

Sebagai gantinya, sesuaikan dengan termostat Anda lima hingga sepuluh derajat lebih hangat saat meninggalkan rumah.

Talang air hanya perlu dibersihkan pada musim panas

Umumnya kebanyakan orang hanya membersihkan talang air saat musim panas atau kemarau. Jika Anda melakukannya demikian, coba pikirkan kembali.

Selokan dapat tersumbat oleh puing-puing yang mencegahnya mengalirkan aliran air hujan dari rumah, yang mengakibatkan kerusakan pada interior dan eksterior rumah. 

Baca juga: 10 Mitos Membersihkan Rumah yang Tidak Harus Dipercaya Lagi

“Selokan yang tersumbat juga bisa membuat rumah menjadi sarang serangga, tikus, dan jamur. Itulah mengapa sebaiknya selokan dibersihkan pada musim panas dan cuaca panas,” kata perusahaan First Quality Roofing and Insulation di Las Vegas. 

Karpet kering tandanya aman

Meski karpet terasa kering setelah terkena air, bukan berarti karpet benar-benar kering. "Itu karena genangan air dapat merembes di luar karpet dan lapisan bawah serta ke dalam lantai bawah," ucap People's Trust Insurance Company. 

Baca juga: 5 Mitos Mendekorasi Ruangan di Rumah yang Tidak Perlu Dipercaya

Exhaust kamar mandi bebas perawatan

Mitos perawatan rumah selanjutnya adalah mengenai exhaust atau kipas angin kamar mandi. Jika membersihkan exhaust atau kipas kamar mandi bukan salah satu tugas perawatan rumah yang rutin dilakukan, sebaiknya mulai sekarang tambahkan hal itu ke dalam daftar perawatan rumah rutin.

Sebab, selain debu yang menumpuk, jamur dapat terbentuk di kipas angin sehingga menutupi bilah kipas. Jadi, pastikan membersihkan dan exhaust kamar mandi setiap enam hingga 12 bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau