JAKARTA, KOMPAS.com - Hewan peliharaan seperti anjing memiliki masalah umum yang sering terjadi, yakni kerontokan pada bulunya.
Namun, ketika kerontokan itu berlebih, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena bisa jadi ada masalah serius pada anjing.
Baca juga: Ada Darah di Kotoran Anjing? Ini yang Harus Dilakukan
Dilansir dari Pet MD, Selasa (6/7/2021), melihat seekor anjing kehilangan banyak bulu bisa menjadi hal membingungkan.
Namun, paling penting adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasari kerontokan bulu guna mendapat perawatan tepat. Nah, berikut ini lima penyebab bulu anjing rontok.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Adopsi Anjing Hitam
Alergi sering menjadi penyebab bulu anjing rontok. Ini mungkin karena pemicu lingkungan seperti serbuk sari, jamur, tungau debu, atau pemicu parasit seperti kutu serta tungau.
Selain itu, alergi makanan juga menjadi penyebab kerontokan bulu pada anjing. Gejala yang ditimbulkan seperti gatal-gatal, sering menggaruk, menggigit, dan, tentu saja bulu yang rontok.
Dalam kasus alergi kutu, anjing direkomendasikan untuk mengambil pencegahan kutu sebagai cara untuk meminimalkan ancaman serangan kutu.
Baca juga: 6 Ras Anjing yang Berumur Panjang
Infestasi parasit seperti kutu dan tungau adalah sumber lain alopecia anjing. Seiring dengan kerontokan bulu di sekitar telinga, mata, perut, dan dada, tanda-tanda anjing memiliki tungau atau kutu, di antaranya mengalami peradangan, gatal, dan kemerahan.
Infeksi bakteri atau jamur seperti dalam kasus kurap (yang sebenarnya adalah jamur) juga dapat dikaitkan dengan kerontokan bulu pada anjing.
Gejalanya meliputi kerontokan bulu melingkar atau tidak teratur, peradangan, dan kerak yang terinfeksi.
Baca juga: 5 Tips Menghadapi Anjing yang Sedang Cemas
Hyperadrenocorticism juga dikenal sebagai penyakit cushing adalah suatu kondisi yang disebabkan jaringan tubuh yang terlalu lama terpapar kadar hormon kortisol yang berlebihan.
Gejala penyakit cushing termasuk bulu rontok, penggelapan kulit, dan perkembangan perut buncit.
Penyakit cushing umumnya terjadi pada anjing paruh baya hingga senior meski penyakit ini juga dapat menyerang anjing yang menggunakan obat kortikosteroid secara berlebihan.
Baca juga: 8 Ras Anjing Ini Bulunya Tak Mudah Rontok, Aman untuk Penderita Alergi
Ada beberapa ras anjing yang secara genetik lebih rentan terhadap kebotakan daripada yang lain. Pertama, ada anjing berbulu yang telah dibiakkan seperti Chinese Crested, Mexican Hairless (Xolo), dan American Hairless Terrier.
Jenis anjing lain seperti Doberman Pinscher, Dachshund, Chihuahua, Italian Greyhound dan Whippet, terkadang menderita kebotakan tidak merata atau pola kebotakan di telinga luar, dada, punggung, paha, atau leher bagian bawah.
Baca juga: Anjing Juga Bisa Mengalami Kecemasan, Ini Penyebabnya
Penyebab bulu anjing rontok selanjutnya adalah adanya luka tekanan. Luka tekanan yang disebut luka baring atau borok dekubital adalah luka lokal pada siku anjing atau titik tekanan tulang lainnya (pinggul dan sebagainya) bersentuhan dengan permukaan keras secara teratur.
Tekanan dan gesekan yang konstan ini menyebabkan kulit menjadi kapalan, bulu rontok, dan terkadang pecah-pecah, bahkan berdarah. Luka tekan lebih sering terjadi pada anjing tua, terutama ras besar atau berat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang