Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Juli 2021, 13:29 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Pet MD

JAKARTA, KOMPAS.com - Hewan peliharaan seperti anjing memiliki masalah umum yang sering terjadi, yakni kerontokan pada bulunya.

Namun, ketika kerontokan itu berlebih, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena bisa jadi ada masalah serius pada anjing

Baca juga: Ada Darah di Kotoran Anjing? Ini yang Harus Dilakukan

Dilansir dari Pet MD, Selasa (6/7/2021), melihat seekor anjing kehilangan banyak bulu bisa menjadi hal membingungkan.

Namun, paling penting adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasari kerontokan bulu guna mendapat perawatan tepat. Nah, berikut ini lima penyebab bulu anjing rontok

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Adopsi Anjing Hitam

Alergi

Alergi sering menjadi penyebab bulu anjing rontok. Ini mungkin karena pemicu lingkungan seperti serbuk sari, jamur, tungau debu, atau pemicu parasit seperti kutu serta tungau.

Selain itu, alergi makanan juga menjadi penyebab kerontokan bulu pada anjing. Gejala yang ditimbulkan seperti gatal-gatal, sering menggaruk, menggigit, dan, tentu saja bulu yang rontok.

Dalam kasus alergi kutu, anjing direkomendasikan untuk mengambil pencegahan kutu sebagai cara untuk meminimalkan ancaman serangan kutu. 

Baca juga: 6 Ras Anjing yang Berumur Panjang

Infeksi atau Infestasi 

Infestasi parasit seperti kutu dan tungau adalah sumber lain alopecia anjing. Seiring dengan kerontokan bulu di sekitar telinga, mata, perut, dan dada, tanda-tanda anjing memiliki tungau atau kutu, di antaranya mengalami peradangan, gatal, dan kemerahan.

Infeksi bakteri atau jamur seperti dalam kasus kurap (yang sebenarnya adalah jamur) juga dapat dikaitkan dengan kerontokan bulu pada anjing.

Gejalanya meliputi kerontokan bulu melingkar atau tidak teratur, peradangan, dan kerak yang terinfeksi.  

Baca juga: 5 Tips Menghadapi Anjing yang Sedang Cemas

Penyakit cushing 

Hyperadrenocorticism juga dikenal sebagai penyakit cushing adalah suatu kondisi yang disebabkan jaringan tubuh yang terlalu lama terpapar kadar hormon kortisol yang berlebihan.

Gejala penyakit cushing termasuk bulu rontok, penggelapan kulit, dan perkembangan perut buncit.

Penyakit cushing umumnya terjadi pada anjing paruh baya hingga senior meski penyakit ini juga dapat menyerang anjing yang menggunakan obat kortikosteroid secara berlebihan. 

Baca juga: 8 Ras Anjing Ini Bulunya Tak Mudah Rontok, Aman untuk Penderita Alergi

Genetika 

Ada beberapa ras anjing yang secara genetik lebih rentan terhadap kebotakan daripada yang lain. Pertama, ada anjing berbulu yang telah dibiakkan seperti Chinese Crested, Mexican Hairless (Xolo), dan American Hairless Terrier.

Jenis anjing lain seperti Doberman Pinscher, Dachshund, Chihuahua, Italian Greyhound dan Whippet, terkadang menderita kebotakan tidak merata atau pola kebotakan di telinga luar, dada, punggung, paha, atau leher bagian bawah. 

Baca juga: Anjing Juga Bisa Mengalami Kecemasan, Ini Penyebabnya

Luka tekanan 

Penyebab bulu anjing rontok selanjutnya adalah adanya luka tekanan. Luka tekanan yang disebut luka baring atau borok dekubital adalah luka lokal pada siku anjing atau titik tekanan tulang lainnya (pinggul dan sebagainya) bersentuhan dengan permukaan keras secara teratur.

Tekanan dan gesekan yang konstan ini menyebabkan kulit menjadi kapalan, bulu rontok, dan terkadang pecah-pecah, bahkan berdarah. Luka tekan lebih sering terjadi pada anjing tua, terutama ras besar atau berat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau