Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Bulu Anjing yang Rontok

Kompas.com, 11 Juli 2021, 10:45 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Alopecia parsial atau kerontokan rambut atau bulu merupakan salah satu permasalahan umum yang serig dialami anjing. Penyebabnya, ada banyak faktor seperti infeksi kulit, alergi, dan gangguan endokrin.

Anjing dari segala usia dan ras dapat mengalami kerontokan bulu, dari tingkat keparahan ringan hingga serius.

Baca juga: Dua Bahan di Dapur Ini Bisa Usir Ulat Bulu, Apa Saja?

Karena itu, penting memeriksakan hal ini ke dokter hewan sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Lantas, apa saja gejala dan penyebab bulu anjing rontok

Melansir dari Wag Walking, Minggu (11/7/2021), berikut ini gejala, penyebab, hingga cara mengatasi kerontokan bulu pada anjing.

Baca juga: Penyebab Bulu Leher Kucing Botak dan Cara Mengatasinya

Gejala bulu rontok pada anjing

Bulu rontok pada anjing biasanya merupakan kondisi umum dan dapat terjadi pada anjing usia berapa pun, ras apa pun, dan di bagian tubuh mana pun. Berikut ini sejumlah gejala kerontokan bulu pada anjing:

  • Penipisan bulu secara keseluruhan
  • Bulu rontok di sekitar mata dan mulut
  • Pola kerontokan bulu simetris di tempat yang sama di kedua sisi tubuh
  • Bau busuk
  • Gatal
  • Kulit kehitaman atau abu-abu gelap
  • Kulit kering dan bersisik di area bulu rontok
  • Kulit menjadi kemerahan dan meradang di sekitar area bulu yang rontok
  • Kelembapan dan pendarahan

Baca juga: 6 Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai

Penyebab bulu anjing rontok

Bulu anjing rontok bisa disebabkan karena beberapa hal, termasuk infeksi dan masalah kesehatan yang mendasari.UNSPLASH/ROBERT LARSSON Bulu anjing rontok bisa disebabkan karena beberapa hal, termasuk infeksi dan masalah kesehatan yang mendasari.

Ada beberapa penyebab kerontokan bulu anjing, yakni:

  • Tekanan luka
  • Gesekan
  • Mengunyah atau menjilat berlebihan
  • Trauma dan jaringan parut
  • Kliping pascaoperasi
  • Infeksi (bakteri, ragi, atau jamur)
  • Kurap (infeksi jamur)
  • Alergi (kutu, makanan, lingkungan, kontak)
  • Tungau (Kudis)
  • Kelainan pada pertumbuhan batang rambut
  • Gangguan tiroid
  • Penyakit cushing
  • Ketidakseimbangan hormon seks
  • Kemoterapi
  • Kanker kulit
  • Genetika (Beberapa ras anjing tertentu dapat mengembangkan kerontokan bulu pada masa dewasa di telinga, dada, paha, atau di bagian tubuh tertentu yang berpigmen). 

Baca juga: 6 Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai

Perawatan bulu rontok

Perawatan bulu yang rontok pada anjing bisa diatasi dengan memberikan sejumlah obat-obatan selama perawatan.

Mulai dari, antibiotik (oral atau topikal) untuk mengobati infeksi bakteri, antijamur (oral atau topikal) mengobati infeksi jamur dan kurap, steroid untuk mengobati kondisi kulit tertentu, hingga obat imunosupresif atau obat anti-sitokin untuk mengendalikan alergi lingkungan (atopy).

Baca juga: Tips Mencegah Alergi Bulu Hewan Peliharaan

Selain itu, sering kali pengobatan seumur hidup juga diperlukan seperti imunoterapi yang mungkin diperlukan secara oral atau injeksi untuk desensitisasi alergi, memakai sampo obat untuk mengobati kasus kudis, serta melakukan diet hipoalergenik guna mengatasi bulu rontok akibat alergi makanan.

Alergi terhadap makanan membutuhkan waktu cukup lama. Dokter hewan akan merekomendasikan resep atau diet hipoalergenik bebas resep dan menjelaskan metode transisi yang tepat ke diet baru.

Baca juga: Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya

Tak han itu, melakukan pencegahan kutu bulanan untuk membersihkan kerontokan bulu yang terkait dengan alergi kutu, melakukan pengobatan tiroid dan terapi hormon guna memulihkan kerontokan bulu pada gangguan hormonal dan endokrin.

Bisa pula menggunakan vitamin E, vitamin A, dan suplemen minyak ikan. Namun, perawatan ini direkomendasikan untuk hewan peliharaan dengan kondisi tertentu atau kecenderungan kulit kering atau infeksi kulit.

Baca juga: Ini Tanda Alergi Bulu Hewan Peliharaan dan Solusinya

Ada pula perawatan kerah elizabeth (E-kerah atau kerucut) untuk mencegah hewan peliharaan menjilati atau gatal pada area tubuh yang terkena sampai sembuh.

Cara terakhir adalah melakukan operasi bila kondisinya sudah parah seperti kanker kulit atau tumor. Hal ini dilakukan untuk mengangkat bagian dari kanker kulit atau tumor.

Bisa pula mengebiri atau memandulkan hewan peliharaan bila mengalami gangguan hormon seks. 

Baca juga: Kenapa Bulu Kucing Rontok hingga Sebabkan Kebotakan? Ini Penyebabnya

Bulu rontok karena kemoterapi biasanya hilang ketika sesi kemoterapi selesai. Bulu rontok mungkin permanen bila disebabkan genetika, jaringan parut, serta kapalan atau luka tekan.

Bila dirawat dengan benar, sebagian besar kasus kerontokan bulu pada anjing dapat teratasi. Kondisi kulit yang berulang mungkin memerlukan perawatan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau