JAKARTA, KOMPAS.com- Alopecia parsial atau kerontokan rambut atau bulu merupakan salah satu permasalahan umum yang serig dialami anjing. Penyebabnya, ada banyak faktor seperti infeksi kulit, alergi, dan gangguan endokrin.
Anjing dari segala usia dan ras dapat mengalami kerontokan bulu, dari tingkat keparahan ringan hingga serius.
Baca juga: Dua Bahan di Dapur Ini Bisa Usir Ulat Bulu, Apa Saja?
Karena itu, penting memeriksakan hal ini ke dokter hewan sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.
Lantas, apa saja gejala dan penyebab bulu anjing rontok?
Melansir dari Wag Walking, Minggu (11/7/2021), berikut ini gejala, penyebab, hingga cara mengatasi kerontokan bulu pada anjing.
Baca juga: Penyebab Bulu Leher Kucing Botak dan Cara Mengatasinya
Bulu rontok pada anjing biasanya merupakan kondisi umum dan dapat terjadi pada anjing usia berapa pun, ras apa pun, dan di bagian tubuh mana pun. Berikut ini sejumlah gejala kerontokan bulu pada anjing:
Baca juga: 6 Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai
Bulu anjing rontok bisa disebabkan karena beberapa hal, termasuk infeksi dan masalah kesehatan yang mendasari.Ada beberapa penyebab kerontokan bulu anjing, yakni:
Baca juga: 6 Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai
Perawatan bulu yang rontok pada anjing bisa diatasi dengan memberikan sejumlah obat-obatan selama perawatan.
Mulai dari, antibiotik (oral atau topikal) untuk mengobati infeksi bakteri, antijamur (oral atau topikal) mengobati infeksi jamur dan kurap, steroid untuk mengobati kondisi kulit tertentu, hingga obat imunosupresif atau obat anti-sitokin untuk mengendalikan alergi lingkungan (atopy).
Baca juga: Tips Mencegah Alergi Bulu Hewan Peliharaan
Selain itu, sering kali pengobatan seumur hidup juga diperlukan seperti imunoterapi yang mungkin diperlukan secara oral atau injeksi untuk desensitisasi alergi, memakai sampo obat untuk mengobati kasus kudis, serta melakukan diet hipoalergenik guna mengatasi bulu rontok akibat alergi makanan.
Alergi terhadap makanan membutuhkan waktu cukup lama. Dokter hewan akan merekomendasikan resep atau diet hipoalergenik bebas resep dan menjelaskan metode transisi yang tepat ke diet baru.
Baca juga: Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Cara Mengatasinya
Tak han itu, melakukan pencegahan kutu bulanan untuk membersihkan kerontokan bulu yang terkait dengan alergi kutu, melakukan pengobatan tiroid dan terapi hormon guna memulihkan kerontokan bulu pada gangguan hormonal dan endokrin.
Bisa pula menggunakan vitamin E, vitamin A, dan suplemen minyak ikan. Namun, perawatan ini direkomendasikan untuk hewan peliharaan dengan kondisi tertentu atau kecenderungan kulit kering atau infeksi kulit.
Baca juga: Ini Tanda Alergi Bulu Hewan Peliharaan dan Solusinya
Ada pula perawatan kerah elizabeth (E-kerah atau kerucut) untuk mencegah hewan peliharaan menjilati atau gatal pada area tubuh yang terkena sampai sembuh.
Cara terakhir adalah melakukan operasi bila kondisinya sudah parah seperti kanker kulit atau tumor. Hal ini dilakukan untuk mengangkat bagian dari kanker kulit atau tumor.
Bisa pula mengebiri atau memandulkan hewan peliharaan bila mengalami gangguan hormon seks.
Baca juga: Kenapa Bulu Kucing Rontok hingga Sebabkan Kebotakan? Ini Penyebabnya
Bulu rontok karena kemoterapi biasanya hilang ketika sesi kemoterapi selesai. Bulu rontok mungkin permanen bila disebabkan genetika, jaringan parut, serta kapalan atau luka tekan.
Bila dirawat dengan benar, sebagian besar kasus kerontokan bulu pada anjing dapat teratasi. Kondisi kulit yang berulang mungkin memerlukan perawatan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang