Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Kecoak Lebih Rentan Muncul di Kamar Mandi dan Cara Mencegahnya

Kompas.com, 26 Juli 2021, 17:20 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecoak adalah hama dalam ruangan yang umum ditemui di setiap rumah. Kehadiran kecoak di rumah sangat mengganggu dan meresahkan lantaran serangga ini dikenal sebagai penyebar kuman dan penyakit, memicu asma, serta gejala alergi. 

Beberapa orang percaya bahwa kecoak lebih umum ditemui di kamar mandi daripada ruangan lain di rumah. Hal ini karena populasi sebagian besar kecoak berkembang di sistem saluran pembuangan air. 

Baca juga: Cara Mencegah Kecoak Masuk ke Rumah

Kecoak biasanya muncul di bak kamar mandi, kloset, dan lubang pembuangan air. Namun, pada kondisi tertentu, lama-kelamaan kecoak dapat masuk ke ruangan karena ingin mencari makanan, air, tempat berlindung, atau kombinasi dari ketiganya.

Dengan demikian, setiap ruangan di rumah yang memiliki lebih banyak peralatan air, seperti dapur, ruang bawah tanah dengan pipa ledeng, atau kamar mandi, lebih rentan menarik kecoak daripada ruangan lain di rumah. 

Baca juga: Cara Mencegah Kecoak Masuk ke Rumah

Dilansir dari laman Hunker, Senin (26/7/2021), Terminix mencatat bahwa kecoak bahkan bisa memakan pasta gigi dan sabun. Selain itu, kecoak juga cenderung jatuh ke bak mandi, shower, dan wastafel.

Hal ini berarti bahwa kecoak lebih rentan muncul di kamar mandi daripada di ruangan lain. Namun, itu tidak berarti bahwa ada lebih banyak kecoak di kamar mandi daripada di area lain. 

Baca juga: Tips Jitu Mengatasi Kecoak Terbang

Mencegah kecoak di kamar mandi

Berbekal pengetahuan tentang mengapa kecoak lebih umum ditemui dan tertarik di dalam ruangan, cara mencegah kecoak di kamar mandi menjadi lebih mudah.

Dengan menghilangkan sumber kelembapan berlebih di kamar mandi, dapat memaksa kecoak pergi dan mencegahnya masuk ke rumah dan kamar mandi.  

Baca juga: Baking Soda dan 5 Bahan Ini Ampuh Hilangkan Kecoak di Kamar Mandi

Demikian pula, berhati-hati dalam membersihkan makanan atau remah-remah makanan karena makanan sisa yang terjatuh dapat mengundang kedatangan kecoak.

Tak hanya itu, kecoak juga lebih suka tinggal di tempat gelap dan terpencil yang tidak sering dikunjungi manusia sehingga penting untuk membersihkan area ini secara teratur demi mencegah kecoak muncul. 

Baca juga: Tips untuk Menjaga Dapur agar Bebas dari Kecoak, Semut, dan Tikus

Jangan lupa menutup lubang di bawah wastafel, termasuk celah di sekitar pipa air untuk mencegah kecoak masuk ke kamar mandi.

Apalagi, mengingat umumnya kecoak memasuki kamar mandi melalui celah atau lubang di sekitar pipa ledeng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau