Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, Diperbarui 15/01/2023, 18:02 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Buang daun yang terkena bercak hitam untuk mengurangi kontaminasi lebih lanjut. Infeksi jamur biasanya tidak berbahaya jika ditangani lebih awal, dan tidak menyebabkan kerusakan permanen setelah penyebabnya diperbaiki.

Baca juga: 6 Penyebab Daun Tanaman Menguning dan Cara Mengatasinya

4. Bakteri dan jamur

Bercak-bercak hitam pada daun tanaman hias juga bisa menjadi gejala penyakit bakteri atau virus.

Tanaman dipengaruhi oleh pemicu infeksi yang berbeda dan beberapa spesies lebih tahan daripada yang lain, tetapi tanaman apa pun dalam kondisi stres yang lemah rentan. Namun, tidak ada perawatan kimia yang efektif untuk masalah tanaman hias ini.

Jika Anda mencurigai adanya infeksi semacam ini, singkirkan daun yang menunjukkan gejala dan musnahkan dengan aman untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut.

Ilustrasi kutu daunnzyx/Thinkstock Ilustrasi kutu daun

5. Hama

Penyebab lain munculnya bercak-bercak hitam pada daun tanaman adalah serangan hama. Beberapa hama yang umum menyerang antara lain kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, scale, thrips, agas, dan tungau akar.

Baca juga: Cara Menaman Daun Kelor di Polybag dengan Teknik Biji dan Stek Batang

Kutu daun muncul mengelompok di sekitar daun, pucuk, dan batang yang lembut. Jika kutu daun berkumpul dalam jumlah yang cukup banyak, maka akan menyebabkan daun sakit, menguning dan bercak yang berubah warna.

Kutu daun juga mengeluarkan nektar manis yang menumbuhkan jamur jelaga hitam.

Kerusakan tungau laba-laba terlihat seperti bintik-bintik berwarna perak, kuning atau gelap seukuran lubang jarum pada daun.

Adapun scale memiliki bentuk mirip kutu daun. Lubang yang mereka buat biasanya berwarna keperakan atau kekuningan, serta embun madu mereka melapisi daun bagian bawah dan sering berubah menjadi hitam karena jamur.

Baca juga: Bercak Cokelat pada Daun Calathea, Ini Jamur dan Penyakit Pemicunya

Adapun kutu putih kerap berkumpul di sekitar sendi dan di bawah daun. Seperti hama penghasil embun madu lainnya, daun di bawahnya sering lengket dan hitam dengan jamur jelaga.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau