Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Fakta Menarik Bunga Matahari, Kaya Manfaat hingga Menjadi Ikon Seni

Kompas.com, 9 Agustus 2021, 20:18 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat memikirkan bunga matahari, hal pertama yang langsung terlintas adalah bunga dengan kelopak besar berwarna kuning cerah mirip seperti matahari.

Namun, sebenarnya, bunga bernama ilmiah Helianthus annuus ini tidak hanya berwarna kuning, beberapa varietas ada yang berwarna oranye, merah, ungun, bahkan hitam. 

Baca juga: Selain Kuning, Bunga Matahari Ada yang Cokelat, Ini Cara Merawatnya

Selain itu, tidak semua bunga matahari berukuran besar dan tumbuh tinggi mencapai tiga meter. Sebagian varietas berukuran kecil dan hanya tumbuh setinggi satu kaki atau 30 sentimeter.

Bunga yang menjadi salah satu bunga populer dan favorit di dunia ini, masih menyimpan sejumlah fakta menarik lainnya yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Melansir dari laman Better Homes and Gardens, Senin (9/8/2021), berikut lima fakta menarik bunga matahari

Baca juga: Bisakah Menanam Bunga Matahari di Dalam Pot? Ini Penjelasannya 

Berakar di tanah Amerika 

Ilustrasi bunga matahari, tanaman refugiaPIXABAY/vijayanarasimha Ilustrasi bunga matahari, tanaman refugia
Mekar ceria yang kita sebut bunga matahari dihasilkan tanaman tahunan (Helianthus annuus) yang berasal dari Amerika Utara. Sejak 3000 Sebelum Masehi, penduduk asli Amerika menanamnya untuk obat, minyak, juga makanan.

Mereka mulai membiakkan tanaman ini untuk menghasilkan satu kepala bunga besar. Pada 1500-an, penjelajah Spanyol membawa bunga matahari ke Eropa dan segera menjadi populer karena keindahan serta kegunaan yang dimilikinya. 

Pada abad ke-19, Rusia sendiri menanam dua juta hektare bunga matahari setiap tahun dan masih menjadi salah satu negara teratas dalam hal produksi bunga matahari komersial. 

Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari di Media Pot

Memiliki biji yang tinggi gizi

Selanjutnya, fakta menarik bunga matahari adalah memiliki biji yang kaya gizi dan bisa dikonsumsi layaknya kacang, berbeda dengan bunga lainnya.  

Biji bunga matahari kaya protein, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, dan vitamin E. Selain itu, biji bunga matahari memiliki rasa cukup enak dan kerap menjadi salah satu camilan favorit atau camilan alternatif untuk mereka yang alergi kacang.

Biji bunga matahari juga bisa dimanfaatkan untuk topping tambahan roti dan makanan panggang lainnya atau dapat ditaburkan di atas salad. Jadi, jika mencari camilan sehat, biji bunga matahari bisa menjadi pilihan.  

Baca juga: Cara Mudah Menanam dan Merawat Bunga Matahari 

Sinar matahari adalah keharusan

Ilustrasi bunga matahari.PIXABAY/couleur Ilustrasi bunga matahari.
Nama bunga matahari bukan suatu kebetulan. Bunga matahari benar-benar membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh.

Penampilannya yang cerah juga layaknya matahari membuatnya memperoleh nama tersebut. Bunga matahari membutuhkan setidaknya enam sampai delapan jam sinar matahari dalam sehari. 

Ditambah, kelopak bunga juga menampilkan perilaku unik yang disebut heliotropisme, yakni secara bertahap kelopak bunga matahari bergerak mengikuti posisi matahari di langit saat bergerak sepanjang hari dari timur ke barat.

Setelah kuncup terbuka menjadi bunga, batangnya menjadi kaku dan tetap di tempatnya dengan bunga menghadap ke timur sepanjang hari. Ini menjadi fakta menarik bunga matahari bahwa membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. 

Baca juga: Cara Mudah Menanam Bunga Matahari di Rumah

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau