Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 September 2021, 17:23 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan mencuci piring menggunakan tangan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap harinya. Akan tetapi, tahukah Anda, di dalam proses itu ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang?

Melansir dari Eating Well dan Taste of Home, Sabtu (18/9/2021), kesalahan dalam mencuci piring tersebut sering dilakukan namun tidak disadari oleh orang, padahal kesalahan ini berdampak pada hasil akhir proses pencucian piring tersebut.

Apa saja? berikut penjelasannya.

Baca juga: Studi Ungkap, Mencuci Piring Bisa Menurunkan Stres

1. Tidak membersihkan kotoran di piring sebelum dicuci

Sisa makanan yang menempel di piring dan perlengkapan memasak harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum memasuki proses pencucian. Hal ini untuk mencegah spons semakin kotor karena terkena banyak sisa makanan.

Selain itu, spons tersebut akan digunakan pada piring-piring selanjutnya dan akan menyebarkan sisa kotoran tersebut.

2. Menggunakan alat scrubbing yang salah

Seringkali, orang menggunakan satu spons untuk semua permukaan piring dan perlengkapan memasak, padahal untuk membersihkan permukaan antilengket harus menggunakan spons yang lembut daripada yang digunakan untuk permukaan yang lebih kasar seperti bagian bawah panci.

3. Terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring

Pernahkah Anda mengeluarkan gelas dari lemari dan terlihat keruh dan jujur sedikit kotor? Hal ini terjadi karena Anda menggunakan terlalu banyak sabun cuci piring saat proses mencucinya.

Baca juga: 5 Tips Membuat Kegiatan Mencuci Piring Lebih Mudah dan Menyenangkan

Busa berlebih dapat meninggalkan residu lengket di piring Anda jadi gunakan satu atau dua sendok makan salah satu sabun aman ini jika Anda mencuci dengan tangan.

4. Pengeringan dengan kain lap kotor

Lain lap yang digantung di wastafel yang "hanya untuk piring dan tangan" mungkin telah menjadi penampung semua tumpahan atau kekacauan kecil. Yang berarti itu sarat dengan kotoran, kotoran dan bahkan E. coli dan kuman lainnya.

Meskipun kami tidak menyarankan menggunakan handuk kertas (buruk bagi lingkungan), Anda dapat membiarkan piring Anda mengering atau pastikan untuk sering mengganti handuk.

5. Membiarkan piring menumpuk

Meninggalkan piring di wastafel dapur untuk nanti bukan hanya kebiasaan malas, tapi juga bisa berbahaya. Bakteri dapat tetap hidup hingga empat hari di piring bekas Anda dan menyebar ke seluruh dapur.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau