Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 September 2021, 19:10 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Secara kasat mata, sulit untuk mengetahui apakah kucingmu sedang kesakitan atau tidak.

Alhasil, tanda-tanda kucing kesakitan pun sering terlewatkan atau tidak menyadarinya sampai kucing mereka menunjukkan tanda-tanda yang lebih jelas, seperti kehilangan nafsu makan dan lesu.

Dalam beberapa kasus, kucing hanya menunjukkan gejala yang lebih jelas setelah sakit untuk waktu yang lama atau jika mereka sakit parah.

Baca juga: Mengapa Kucing Menyukai 

Belaian di Kepala? Ini Alasannya

Meski begitu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kucing kesakitan sehingga lebih mudah mengambil tindakan sekaligus mencegah adanya masalah serius pada kesehatan kucing.

Melansir dari The Spurce Pets pada Sabtu (18/9/2020) berikut ini lima ciri kucing sedang kesakitan.

Perubahan penampilan

Ketik kucing kesayanganmu merasa kesakitan, maka akan terjadi perubahan pada penampilan pada kucing.

Salah satunya, kucing mulai tidak merawat diri dan hanya mampu membersihkan bagian muka dan bagian depan tubuhnya saja.

Baca juga: Mengapa Kucing Menyukai Belaian di Kepala? Ini Alasannya

Padahal bisa dibilang kucing adalah salah satu hewan paling bersih karena ia kerap menjilati tubuhnya untuk membersihkan kotoran. Maka, ketika kucing tanmpak lusuh, bulunya tak terawat, bisa jadi karena ia sedang kesakitan.

Perubahan perilaku

Ilustrasi kucing sakitUnsplash/Sebastian Santacruz Ilustrasi kucing sakit

Ciri kucing sedang kesakitan ialah ketika dirinya menarik diri dari lingkungan sosial. Ia menjadi pendiam atau sering bersembunyi.

Terlebih jika kucingmu adalah sosok yang aktif dan manja lalu tiba-tiba berubah menjadi pendiam maka kamu perlu curiga. Karena bisa jadi ia sedang kesakitan.

Baca juga: 5 Alasan Kucing Suka Melihat ke Jendela

Lesu dan kurang aktivitas

Jika kamu memperhatikan bahwa kucingmu terlihat lesu dan tidak bertenaga, bisa jadi itu karena ia menahan rasa sakit.

Hal ini biasanya ditandai dengan kebiasan tidur yang terlalu lama, sering berbaring, dan sulit bangun.

Kamu juga mungkin akan melihat adanya perubahan pola tidur pada kucing kesayanganmu. kucing mungkin tidur lebih lama atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali.

Baca juga: 3 Tips Mengenalkan Kucing ke Anjing agar Tidak Bertengkar

Mudah marah

Ilustrasi kucing marahUnsplash/Bodhan Komarivsk Ilustrasi kucing marah

Kucing yang kesakitan juga biasanya mengalami episode agresi. Ia akan menggeram atau mendesis ketika orang atau hewan peliharaan lain di rumah mendekatinya.

Ia juga merasa tidak nyaman dipegang atau dielus dan disisir. Mereka bisa jadi akan menggingit dan mencakar, terutama ketika seseorang menyentuh atau menggerakkan area yang sakit.

Baca juga: Penyebab Kucing Pemalu dan Cara Mengatasinya

Perubahan napsu makan

Kucing yang mengalami rasa sakit umumnya akan kehilangan napsu makan. Jika kamu Kucing yang mengalami rasa sakit pastikan untuk memberi tahu dokter hewan. Ini bisa menjadi tanda rasa sakit dan berbagai masalah medis serius lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau