Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanam Bunga Ini untuk Menarik Kupu-kupu ke Halaman Rumah

Kompas.com, 7 Februari 2022, 21:42 WIB
Nabilla Ramadhian,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki halaman yang dipenuhi dengan kupu-kupu dapat menambah daya tarik rumah tersendiri.

Selain sedap dipandang, hadirnya kupu-kupu di dalam rumah juga dapat menjadi hiburan tersendiri, seperti melihat mereka beterbangan ketika sedang bosan dari jendela rumah.

Baca juga: 7 Bunga Pembawa Keberuntungan yang Bisa Ditanam di Halaman Rumah

Seperti disadur How Stuff Works, Senin (7/2/2022), ada tanaman yang bisa mengundang kupu-kupu untuk main ke halaman rumah, yakni bunga Buddleja davidii atau bunga kupu-kupu.

Patricia Collins, Director of Gardens untuk Callaway Gardens yang sudah pensiun, mengatakan bahwa tanaman ini dapat menarik perhatian kupu-kupu, dan hewan penyerbuk lainnya.

Ilustrasi bunga, ilustrasi kupu-kupu - Bunga Buddleja.SHUTTERSTOCK / Steidi Ilustrasi bunga, ilustrasi kupu-kupu - Bunga Buddleja.

Raleigh Wasser, Horticulture Manager untuk Atlanta Botanical Garden, menjelaskan bahwa alasan bunga Buddleja menarik kupu-kupu adalah karena mereka tinggi akan nektar.

Wasser mengatakan, Buddleja bukanlah tanaman inang bagi kupu-kupu. Mereka tidak mendukung reproduksi dan siklus hidup kupu-kupu.

Baca juga: Cara Merangkai dan Merawat Bunga Sebagai Dekorasi Rumah

“Ulat tidak memakan bunga kupu-kupu. Justru, mereka hanya menyediakan nektar untuk kupu-kupu dewasa,” imbuh Wasser.

Mudah dirawat

Collins mengungkapkan bahwa bunga ini toleran akan kekeringan. Namun, mereka merespons pada teknik penyiraman yang baik.

Supaya tanaman lebih mekar, hilangkan bung tua yang telah selesai mekar dan mulai berbiji. Mereka mekar hampir sepanjang musim panas.

Menurut Collins, bunga ini sebaiknya ditanam di tanah berkebun yang baik. Kamu dapat memodifikasi tanah liat dengan kompos yang baik untuk memastikan drainase yang baik.

Alternatifnya, kamu dapat menggunakan media tanam tanah berpasir dengan kompos untuk mendapatkan nutrisi yang baik.

Baca juga: 12 Pilihan Bunga yang Bisa Ditanam Berdasarkan Bulan Kelahiran

Ilustrasi bunga, ilustrasi kupu-kupu - Bunga Buddleja.SHUTTERSTOCK / Tommy Larey Ilustrasi bunga, ilustrasi kupu-kupu - Bunga Buddleja.

“Mereka tampaknya tahan terhadap lingkungan yang menantang, seperti perkotaan. Mereka juga dapat berkembang meski ada polusi, kekeringan, dan serangga,” ujar Wasser.

Collins mengatakan, bunga Buddleja lebih mekar saat berada di bawah sinar matahari penuh, atau di area yang memiliki lebih banyak sinar matahari.

“Mereka tidak tumbuh dengan baik di area teduh dan membutuhkan tanah berdrainase baik. Jangan tanam bunga ini di daerah yang teduh dan tanah berlumpur,” kata Wasser.

Baca juga: Penyebab Bunga Hortensia Gagal Mekar dan Tips Merawatnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau