Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan dan Menghilangkan Bau pada Talenan Secara Alami

Kompas.com, 7 Februari 2022, 18:04 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenan menjadi salah satu peralatan dapur yang memiliki peran penting sehingga wajib memilikinya. 

Talenan digunakan untuk memotong aneka bahan makanan seperti daging, ikan, sayuran, buah, juga bumbu dapur sehingga membuat talenan rentan kotor dan berbau tak sedap. 

Baca juga: 4 Jenis Talenan dan Cara Membersihkannya agar Tidak Berjamur

Ditambah, talenan dapat menjadi tempat bakteri dan kuman berkembang biak bila tidak segera dibersihkan. Bahkan bakteri dan kuman itu bisa berpindah pada makanan yang tengah disiapkan. Akibatnya, menimbulkan masalah kesehatan keluarga seperti pencernaan.

Karena itu, segera bersihkan talenan setiap kali digunakan dan membersihkan talenan secara rutin ]. 

Dikutip dari Apartment Theraphy, Senin (7/2/2022), berikut tips membersihkan dan menghilangkan bau pada talenan secara alami. 

Baca juga: Gampang, Ini Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu 

Bahan yang dibutuhkan 

  • Cuka
  • Air
  • Hidrogen peroksida
  • Garam laut kasar
  • Satu buah lemon
  • Minyak mineral 

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu dan Plastik agar Tahan Lama

Membersihkan talenan 

Ilustrasi talenan kayu.SHUTTERSTOCK/EVGENY KARANDAEV Ilustrasi talenan kayu.
1. Gunakan kain lembap atau handuk kertas, lalu oleskan sedikit cuka dan air, dan seka pada  permukaan talenan untuk melonggarkan sisa makanan serta mendisinfeksi talenan. 

2. Setelah itu, bersihkan talenan menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan bakteri yang tersisa. 

Baca juga: Simak, Ini Cara Membersihkan Talenan Kayu untuk Daging

Menghilangkan bau busuk 

1: Taburkan garam laut kasar ke seluruh permukaan talenan dan biarkan selama semalaman untuk mengeluarkan bakteri yang tersisa. 

2. Potong lemon menjadi dua bagian dan gunakan masing-masing bagian untuk menggosok garam yang ada pada permukaan talenan.

Gosok sampai lemon mengeluarkan airnya dan biarkan campuran jus lemon serta garam pada talenan selama lima sampai 10 menit sebelum menyeka dengan kain lembap. 

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu dengan Lemon agar Tahan Lama

Mengembalikan kondisi talenan kayu 

Ilustrasi talenan.Unsplash/Thomas Park Ilustrasi talenan.
Dibanding talenan plastik, talenan kayu sering memperlihatkan tanda goresan lebih jelas. Hal ini menunjukkan bahwa talenan kayu sering digunakan sehingga perlu menjaga dan mengembalikan kondisi kayu talenan agar tetap bagus serta awet.

Caranya, oleskan minyak mineral pada permukaan talenan kayu dengan kain lembut. Bisa juga menggunakan minyak kenari dan minyak almond, tetapi jauhi minyak zaitun atau minyak sayur karena akan membuat talenan kayu cepat berbau tengik. 

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Talenan dan Cara Membersihkannya

Setelah itu, bersihkan papan talenan kayu mengikuti serat dan pastikan mengondisikan semua area, termasuk sisi dan bagian belakang talenan kayu.

Selanjutnya, oleskan minyak ke papan menggunakan kain kering yang bersih. Tunggu beberapa menit dan hasilnya membuat kondisi talenan kayu lebih baik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau