Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tips Mengatur Isi Kulkas agar Rapi dan Mencegah Makanan Terbuang

Kompas.com, 2 Maret 2022, 17:45 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meletakkan dan menata bahan makanan di dalam kulkas ternyata turut mempengaruhi keawetan makanan. 

Banyak orang yang salah meletakkan makanan di dalam kulkas, yang khirnya membuat makanan tidak tahan lama dan terbuang. 

Baca juga: Ketahui, Ini Ukuran Suhu Kulkas Berdasarkan Bagiannya

Mise en place, istilah dalam Prancis yang digunakan untuk menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Biasanya ini digunakan untuk merujuk pada pengaturan saat memasak, tetapi ide ini berlaku untuk dapur secara keseluruhan, termasuk pengaturan pada kulkas.

Salah satu cara terbaik mengurangi limbah makanan adalah mengatur kulkas sedemikian rupa sehingga Anda tahu persis apa yang dimiliki dan kapan memanfaatkannya. 

"Ketika kulkas sudah diatur, Anda lebih sadar akan isinya dan cenderung menggunakan makanan sebelum menjadi buruk," kata Abbie Gellman, RD, koki di Institute of Culinary Education di New York.

Nah, berikut tips mengatur isi kulkas agar rapi dan mengurangi limbah makanan menurut ahli dilansir dari Real Simple, Rabu (2/3/2022),

Baca juga: Kulkas Bau meski Tak Ada Makanan Busuk? Ini 5 Penyebabnya 

Kelompokkan makanan 

Ilustrasi isi kulkasUnsplash/Ello Ilustrasi isi kulkas
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengelompokkan bahan makanan berdasarkan zona seperti produk susu, daging mentah, unggas, makanan laut, dan sisa makanan.

"Setelah semua barang dikategorikan dan disimpan di tempat yang ditentukan, Anda akan lebih mudah melihatnya dan menggunakannya tepat waktu," kata Gellman.

Produk harus disimpan di laci untuk membantunya tetap segar dan tahan lama. Untuk keju dan susu, sebaiknya menyimpannnya di rak, bukan bagian pintu kulkas, yang merupakan bagian terhangat dari kulkas.

Begitu pun, daging dan olahan daging lainnya harus diletakkan di rak khusus daging. Jangan lupa meletakkan handuk kertas di bawah rak untuk meminimalkan tetesan dari daging. 

Untuk sisa makanan, simpan pada rak kulkas paling atas agar lebih mudah menemukannya. 

Baca juga: 6 Cara Memindahkan Kulkas agar Tidak Rusak dan Lecet 

Putar makanan 

Setiap kali menambahkan sesuatu yang baru ke kulkas, putar makanan lama di setiap zona ke arah depan.

"Metode yang disebut FIFO—masuk pertama, keluar pertama—ini efektif membantu menggunakan bahan makanan atau bumbu yang sudah lebih lama disimpan," ucap Gellman. 

Berikan label

Agar awet, jangan meletakkan bahan pangan mudah busuk seperti susu di pintu kulkas. SHUTTERSTOCK/MAYA KRUCHANKOVA Agar awet, jangan meletakkan bahan pangan mudah busuk seperti susu di pintu kulkas.
Gellman mengatakan, unntuk sisa makanan dalam wadah terbuka seperti botol saus pasta, tulis nama item tersebut bersama dengan tanggal Anda memasukkannya ke dalam kulkas. 

Dengan demikian, makanan yang telah disimpan di kulkas bisa digunakan lebih dulu sehingga tidak membuatnya terbuang. 

Baca juga: 5 Penyebab Kulkas Berbau Tak Sedap dan Cara Mencegahnya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau