Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
drh. Aniq Syihabuddin
Dokter hewan

Dokter hewan, berpraktik di Klinik Satwakita, Yogyakarta. Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Daerah Istimewa Istimewa Yogyakarta periode 2019-2023.

Kucing Jantan Sudah Disteril, Kenapa Masih Suka "Spraying"?

Kompas.com, 5 Maret 2022, 09:24 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Tanya Dokter Hewan

Jangan tebak-tebak kondisi anabul

Konsultasikan soal hewan peliharaan lewat ahlinya di Kompas.com

Ilustrasi kotak pasir kucing. SHUTTERSTOCK/GUAJILLO STUDIO Ilustrasi kotak pasir kucing.

Halo Medi,

Kucing spraying distimulasi dari faktor internal kucing diantaranya, hormon birahi masih tinggi, perilaku dominasi teritori, dan kebiasan memancing pasangan untuk kawin.

Atau faktor eksternal yaitu kebiasaan konflik antar kucing, dan kurangnya jumlah litter box. Coba diamati langsung, apakah masih ada faktor dari luar yang memancing kucing spraying.

Baca juga: Ketahui, Ini 3 Penyebab Kucing Takut Air

Untuk kucing jantan, bila sterilisasi dilakukan sebelum umur 1 tahun, maka akan memberikan hasil yang baik. Karena kabiasaan spraying sebagai penanda teritori belum muncul.

Tapi bila kebiasaan spraying sudah terbentuk, yaitu pada umur di atas 1 tahun, dan baru dilakukan sterilisasi maka tidak serta-merta kebiasaan spraying sebelumnya akan langsung hilang, tapi berkurang bertahap.

Jadi, mengenali kebiasaan kucing yang berbeda-beda juga bisa membantu kita memecahkan masalah yang terjadi dalam pemeliharaan di rumah.

Jika ada faktor-faktor medis di luar yang saya sebutkan tadi, semisal dengan keluhan gangguan perkencingan, maka konsultasi dan pemeriksaan langsung dengan dokter hewan juga diperlukan.

Baca juga: Alasan Kucing Peliharaan Suka Bersembunyi di Bawah Tempat Tidur

Untuk mencegah spraying, usaha yang dilakukan selain sterilisasi adalah meminimalisir konflik kucing, baik kucing sendiri atau kucing dari luar, misalnya dengan memisahkan kucing dominan.

Kemudian, memperbanyak jumlah litter box di rumah, karena setiap kucing punya sensitivitas yang unik, setiap individu bisa membutuhan 2-3 litter box untuk mencegah spraying sembarangan.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga anabulmu sehat selalu. Salam sehat.

Drh Aniq Syihabuddin

Dokter hewan di Yogyakarta, Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (IDHI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau