Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, 8 Hal Tak Biasa Ini Dapat Mengundang Nyamuk Masuk ke Rumah

Kompas.com, 8 Juli 2022, 19:18 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyaknya nyamuk di rumah dapat membuat rasa tidak nyaman dan sangat mengganggu. 

Selain gigitannya yang membuat gatal dan suaranya yang mengganggu, keberadaan nyamuk di rumah dapat membawa risiko penyakit berbahaya seperti demam berdarah atau malaria. 

Baca juga: 7 Bahan di Rumah yang Bisa Digunakan untuk Membasmi Jentik Nyamuk

Kehadiran nyamuk di rumah bisa melalui berbagai cara. Umumnya, orang-orang hanya mengetahui bahwa pintu rumah yang dibiarkan terbuka pada malam hari dapat mengundang kemunculan nyamuk.

Namun, disadur dari Reader’s Digest Canada, Jumat (8/7/2022), ada hal-hal lain yang tidak biasa yang ternyata bisa mengundang nyamuk masuk ke rumah seperti berikut. 

Tempat sampah terbuka

Ilustrasi tempat sampah. SHUTTERSTOCK/JOSEP CURTO Ilustrasi tempat sampah.
Tempat sampah yang dibiarkan terbuka dapat mengundang nyamuk masuk ke rumah, terutama jika pada bagian bawahnya terdapat genangan air.

Tempat sampah bisa menjadi tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak. Jadi, sebaiknya menggunakan tempat sampah berpenutup di dalam rumah.

Baca juga: Tips dan Trik untuk Menjaga Rumah Bebas Nyamuk pada Musim Hujan 

Memiliki tanaman pengundang nyamuk 

Intelligent Living mengungkapkan, ada beberapa tanaman tertentu yang bisa mengundang nyamuk tinggal di halaman rumah dan masuk ke rumah seiring waktu.

Beberapa tanaman ini adalah bambu, talas, papirus (Cyperus papyrus), teratai atau water lily, dan selada air. Jika memiliki tanaman tersebut di area kebun, pertimbangkan menggantinya dengan tanaman pengusir nyamuk.

Puing-puing halaman

Ilustrasi halaman rumah yang berantakan.SHUTTERSTOCK / Noel V. Baebler Ilustrasi halaman rumah yang berantakan.

Puing-puing yang ada di halaman adalah tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak karena melindunginya dari angin. 

Tailor Made Lawns, toko serbaguna yang menangani hal pengendalian hama dan perawatan taman, mengungkapkan, puing-puing halaman mencakup potongan rumput, vegetasi yang dibiarkan tumbuh liar, dan tumpukan ranting dan dahan pohon.

Selain itu, tumpukan daun, rumput tinggi yang belum dipotong, tumpukan kompos, serta area alami dan semak yang tidak terawat. 

Baca juga: Catat, Ini 6 Tanaman Pengusir Nyamuk dan Serangga

Kolam renang plastik

Sama dengan genangan air dan tempat mandi burung, kolam renang plastik juga bisa mengundang nyamuk masuk ke rumah.

Namun, hal ini hanya berlaku jika air tidak segera dimanfaatkan untuk keperluan lain setelah digunakan oleh anak-anak untuk berenang. 

Talang kotor dan saluran air yang tersumbat

Membersihkan talang, saluran air, dan selokan merupakan bagian penting dari perawatan eksterior rumah. Jika dibiarkan kotor, nyamuk akan berkerumun di tempat itu untuk mendapatkan kelembapan dan perlindungan.

Baca juga: Cara Mengusir Nyamuk dengan Jeruk Nipis dan Cengkih

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau