Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Noda Karat dari Keran Air Kamar Mandi

Kompas.com, 19 Januari 2023, 16:14 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Keran kamar mandi yang dulunya mengkilap akan mengalami noda karat seiring waktu. 

Noda karat pada keran air bisa berasal dari goresan kecil di bagian luar krom atau dari besi yang ada di dalam air. 

Baca juga: Cara Membersihkan Noda Karat pada Shower Kamar Mandi

Namun, dengan mengatasi noda karat segera, dapat mengembalikan kembali tampilan keran air, mencegah karat lebih lanjut, serta mencegah kerusakan permanen pada keran.

Akan tetapi, perlu hati-hati membersihkannya karena penggunaan produk pembersih dan penggosok yang abrasif dapat menggores keran air, bahkan menimbulkan lebih banyak masalah karat.

Dilansir dari Home Guides SF Gates, Kamis (19/1/2023), berikut cara menghilangkan noda karat dari keran air kamar mandi. 

Baca juga: Cara Membersihkan dan Mencegah Noda Karat di Kamar Mandi 

Trisodium fosfat 

Ilustrasi keran airPIXABAY/Mikes-Photography Ilustrasi keran air
Banyak penghilang karat komersial mengandung trisodium fosfat atau TSP. Anda dapat membelinya sendiri dan mengencerkannya di rumah.

Trisodium fosfat bekerja baik menghilangkan noda karat baru atau ringan pada keran air. Namun, hati-hati saat menggunakannya karena bhan kimia tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit.

Karena itu, perlu mengenakan sarung tangan karet dan bekerja di ruangan yang berventilasi baik.  

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Noda Karat pada Wastafel Kamar Mandi

Bahan rumahan 

Banyak bahan rumah tangga biasa dapat membersihkan noda karat ringan seperti pasta dari air lemon dan boraks.

Campuran keduanya dapat memudarkan sebagian besar noda permukaan yang disebabkan oleh zat besi di dalam air meski tidak menghilangkan nod goresan yang dalam pada keran air. 

Selain itu, campuran hidrogen peroksida dan krim tartar dapat menghasilkan abrasif ringan yang dapat menghilangkan noda karat yang sedikit lebih berat tanpa menggores permukaan keran air.

Biarkan air lemon atau campuran peroksida meresap ke dalam noda karat setidaknya selama 10 menit untuk membantu memecah dan menghilangkan noda karat lebih sempurna. 

Baca juga: 5 Tips Memilih Keran Air Wastafel Dapur 

Mencegah noda karat

Pemutih dapat menyebabkan noda karat pada keran air. Banyak pembersih kamar mandi mengandung pemutih. 

Karena itu, perlu hati-hati sebelum menggunakannya untuk membersihkan keran air. Noda karat biasanya terjadi karena besi di dalam air atau pipa serta permukaan keran air yang tergores. 

Dengan menghindari spons abrasif dan sikat scrub, dapat mencegah goresan dan meminimalkan masalah karat.

Sabut baja juga menyebabkan goresan serta meninggalkan bintik-bintik kecil pada logam yang nantinya akan berkarat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau