Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Kepala Keran Air dengan Bahan Alami

Kompas.com, 13 September 2023, 07:19 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala keran air dapat mengalami noda kerak air seiring berjalannya waktu. Noda kerak air ini tentu saja mengurangi tampilan keran air. 

Ditambah, penumpukan kalsium dan kotoran dapat menyumbat kepala keran air, yang berarti air tidak akan mengalir sebaik biasanya. 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 6 Manfaat Memiliki Keran Air Panas di Dapur

Hal ini tentu mengganggu aktivitas yang membutuhkan air, seperti mandi, mencuci piring, dan mencuci pakaian.

Karena itu, segera membersihkan kepala keran air. Keluarkan semua kotoran dan noda di keran air. Ini akan membuat kepala keran bersih sert berjalan lancar. 

Nah, dikutip dari Love to Know, Rabu (13/9/2023), berikut cara membersihkan kepala keran air dengan bahan alami. 

Alat dan bahan

  • Tas penyimpanan Ziploc.
  • Karet gelang.
  • Cuka putih atau cuka pembersih. 
  • Baking soda.
  • Lemon.
  • Sikat gigi.
  • Sabun cuci piring.
  • Tang (opsional).
  • Handuk (opsional). 

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Kerak Putih di Keran Air Pakai Bumbu Dapur

Cara membersihkan kepala keran dapur dengan cuka

Ilustrasi keran air terkena noda air sadah.Shutterstock/ReaLiia Ilustrasi keran air terkena noda air sadah.
Rendam keran air ke dalam cuka putih untuk memecah endapan kalsium dan mineral. Ini cukup sederhana dan tidak haruskan melepas kepala keran air. Berikut cara membersihkan kepala keran air dengan cuka.

1. Tuangkan sekitar 236-473 mililiter cuka ke dalam kantong. Pastikan cuka cukup  merendam seluruh kepala keran air.

2. Kemudian ikatkan karet pada kepala keran air dan biarkan selama beberapa jam atau semalaman. Setelah itu, lepas kantong dan buang larutan cuka.

3. Taruh sedikit baking soda pada sikat gigi dan gosok kotoran yang tersisa, kemudian bilas dan air akan kembali mengalir lancar.   

Baca juga: Ampuh, Ini 3 Bahan Alami Menghilangkan Noda Kerak Air pada Keran

Membersihkan kepala keran air dengan baking soda 

Jika ingin memberikan sedikit tambahan pada rendaman, gunakan baking soda dan cuka. Ambil cuka dan baking soda, lalu dan mulai berendam seperti berikut.

1. Buat campuran 2:1 antara baking soda dan cuka putih di dalam kantung plastik, lalu biarkan sampai mendesis.

2. Taruh campuran tersebut di atas kepala keran air dan ikat dengan karet gelang, kemudian biarkan kepala keran air terendam selama 20-30 menit.

3. Buat pasta dari sabun cuci piring dan baking soda. Oleskan pasta pada sikat gigi untuk menghilangkan kalsium dan kerak yang mengendap pada kepala keran air.

4. Setelah itu, cara membersihkan keran air dengan baking soda adalah membilas kepala air dengan mengalirkan air.

Untuk sedikit tambahan kekuatan melawan kotoran pada rendaman kepala keran, tambahkan beberapa semprotan sabun cuci piringke dalam campuran untuk melonggarkan noda.  

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Keran Air dengan Bahan Alami

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau