Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebaiknya Memasang Lantai Kamar Mandi Dulu atau Kloset?

Kompas.com, 10 Maret 2024, 09:30 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengganti kloset dan lantai di kamar mandi mungkin tampak seperti pekerjaan yang mudah.

Namun, jika memiliki sedikit pengalaman atau baru pertama kali melakukannya, Anda mungkin bertanya-tanya, "apakah sebaiknya memasang kloset sebelum atau sesudah lantai? 

Baca juga: Cara Membersihkan Kloset dengan Baking Soda

Joseph Wade, Wakil Presiden Operasi Benjamin Franklin Plumbing, jasa penyedot, mengatakan  saat merenovasi kamar mandi yang melibatkan lantai dan kloset baru, disarankan memasang lantai terlebih dahulu.

Hal ini untuk memastikan saat memasang kloset baru, flensa toilet (yang menghubungkan toilet ke lantai dan pipa pembuangan) disegel pada permukaan yang rata serta terpasang dengan benar ke pipa ledeng Anda.

Ini berlaku untuk semua jenis lantai, baik ubin, marmer, laminasi, maupun vinil. Seperti halnya proyek apa pun, jika Anda melakukannya sendiri, harus selalu meluangkan waktu memastikan  memasang lantai dengan benar. 

Apabila tidak, akan sulit memperbaiki semuanya pada kemudian hari atau setelah kloset rusak. Belum lagi, biaya tambahan yang mungkin dikeluarkan atas kesalahan Anda. 

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kloset Mampet tanpa Penyedot

Manfaat menambahkan lantai kamar mandi terlebih dahulu

Ilustrasi kloset.Unsplash/filios_sazeides Ilustrasi kloset.
Ada beberapa manfaat lain menambahkan lantai kamar mandi terlebih dahulu sebelum memasang kloset. 

Joseph menjelaskan, menambahkan lantai kamar mandi terlebih dahulu dapat mencegah terbentuknya jalur kebocoran, yang dapat merusak rumah dan menyebabkan biaya perbaikan yang mahal.

Selain itu, memasang lantai kamar mandi terlebih dahulu memungkinkan Anda menghindari proses membosankan dalam memotong material (biasanya ubin) menjadi bentuk atau ukuran yang aneh agar sesuai dengan kloset yang sudah terpasang serta memberikan hasil akhir lebih bersih pada kamar mandi. 

"Jadi, jika menginginkan hasil akhir berkualitas tinggi saat merenovasi kamar mandi, sebaiknya memasang lantai kamar mandi terlebih dahulu," imbuh Joseph dilansir dalam House Digest, Minggu (10/3/2024). 

Jika mencurigai adanya kebocoran, ini pertanda memanggil tukang ledeng untuk memperbaiki kamar mandi.

Hal ini berlaku sebelum dan sesudah Anda memasang lantai atau kloset baru karena masalah ini perlu diperbaiki sebelum dapat melanjutkan desain ulang.

Dengan cara ini, akan mendapatkan kamar mandi baru yang berfungsi penuh dan dapat dibanggakan. 

Baca juga: Stop Menyimpan Sikat Kloset Basah ke Dalam Wadah, Ini Bahayanya

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

Ilustrasi kloset.Shutterstock/New Africa Ilustrasi kloset.
Meski ini bisa menjadi cara bagus menghemat biaya dengan memasang sendiri lantai dan kloset, Anda mungkin perlu berpikir dua kali jika ingin menghemat uang dalam jangka panjang.

Ternyata, memasang kloset baru  lebih rumit dari yang terlihat. Menurut Joseph, memasang kloset baru atau melepas kloset lama, bisa menjadi tugassulit tanpa pengetahuan atau pengalaman sebelumnya dalam bidang pemipaan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau