Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Hama Serangga Penyebab Daun Kemangi Berlubang dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 31 Mei 2024, 16:49 WIB
Sasha Andini,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemangi merupakan salah satu tanaman herbal dan sayur yang banyak ditanam baik di kebun ataupun di dalam ruangan.

Salah satu alasannya, kemangi memiliki rasa manis dan gurih dengan aroma mint yang banyak digunakan dalam olahan masakan. 

Baca juga: 4 Cara Menyimpan Biji Tanaman Kemangi, Bisa Ditanam Lagi

Tanaman kemangi yang dirawat dengan baik akan tumbuh subur, memiliki rasa yang kuat, serta mempunyai banyak daun. 

Sayangnya, kemangi tidak hanya menarik bagi manusia, tetapi juga beberapa hama serangga yang ada di kebun. Hama serangga memakan daun kemangi yang menyebabkannya berlubang. 

Meski tidak menyebabkan tanaman mati, daun kemangi berlubang dapat menimbulkan kerusakan dan membuat kemangi tidak layak dikonsumsi.

Dilansir dari Gardening Know How, Jumat (31/5/2024), berikut sejumlah hama serangga penyebab daun kemangi berlubang dan cara mengatasinya. 

Baca juga: Seberapa Sering Tanaman Kemangi Perlu Disiram?

Siput

Ilustrasi siput.Shutterstock/Zebra-Studio Ilustrasi siput.
Siput biasanya bersembunyi di balik mulsa pada siang hari. Salah satu cara sederhana membasmi siput dari tanaman kemangi adalah menyingkirkan mulsa. 

Anda dapat menutupi mulsa dengan tanah diatom–-tanah yang terbuat dari fosil tanaman air. Tanah diatom sangat tajam dan dapat menembus tubuh lunak siput, yang kemudian membuatnya dehidrasi, lalu mati.

Namun, air atau hujan dapat membuat tanah diatom meresap ke dalam tanah. Jadi, aplikasikan tanah diatom kembali setelah pengairan atau hujan.

Jika tidak memiliki tanah diatom, Anda dapat menggantinya dengan cangkang telur atau abu kayu yang dihancurkan dan disebarkan di sekitar tanaman kemangi.

Selain itu, cara mengyingkirkan siput dari tanaman kemangi adalah mengambilnya dengan tangan pada malam hari.

Bisa pula menggunakan jebakan dengan umpan yang mengandung besi fosfat atau mmetaldehyde (Buggeta) dan carbaryl (Sevin) untuk petani anorganik. 

Baca juga: 6 Penyebab Daun Kemangi Menguning dan Cara Mencegahnya

Kumbang Jepang

Selanjutnya, hama serangga penyebab daun kemangi berlubang adalah kumbang Jepang. Hama ini juga merusak bunga dan kuncup serta sekitar 300 spesies tanaman lainnya.

Kumbang Jepang hadir sekitar satu bulan pada musim panas. Kumbang dewasa adalah kumbang berwarna hijau metalik/perunggu dengan jumbai, seperti rambut putih di bawah sayap. Sedangkan larva adalah belatung berwarna putih cream yang ditemukan di dalam tanah.

Kumbang Jepang menghasilkan satu generasi setiap satu sampai dua tahun, sementara larva menahan musim dingin di dalam tanah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau