Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Kesalahan Membersihkan Dapur yang Harus Dihindari

Kompas.com, 17 Oktober 2024, 20:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Dapur merupakan area tempat menyiapkan makanan. Oleh karena itu, dapur dan peralatannya wajib dibersihkan dengan benar.

Jika tidak demikian, dikhawatirkan bahan makanan akan terpapar zat-zat berbahaya dari produk pembersih atau terkontaminasi bakteri yang menyebar.

Mengutip Real Simple, Kamis (17/10/2024), berikut adalah beberapa kesalahan membersihkan dapur yang harus dihindari.

Baca juga: 9 Kebiasaan Buruk di Dapur yang Dapat Membuat Sakit, Jangan Dilakukan

Membersihkan dengan pemutih

Ilustrasi pemutih. SHUTTERSTOCK/CASSIOHABIB Ilustrasi pemutih.

Pemutih banyak digunakan untuk mendisinfeksi dapur karena murah dan efektif. Namun, tahukah kamu bahwa penggunaan pemutih bisa berisiko?

Asap dari produk pemutih tidak hanya berbahaya jika dihirup manusia dan hewan peliharaan, tetapi cipratan pemutih yang tidak disengaja dapat merusak pakaian.

Jadi, saat membersihkan meja dapur, hindari pemutih dan gunakan pembersih serbaguna alami sebagai gantinya. Gunakan pembersih yang efektif untuk menghilangkan minyak, kotoran, dan kotoran apa pun yang biasa tertinggal di dapur.

Baca juga: Jangan Simpan 7 Barang Ini di Meja Dapur, Kenapa?

Penyemprotan dan pembersihan cepat

Saat membersihkan meja dapur dan permukaan lainnya, kebanyakan dari kita hanya menyemprot, mengelap, dan selesai. Sayangnya, proses ini masih belum tepat.

Penting untuk membiarkan pembersih menempel selama beberapa menit sebelum mengelapnya. Tunggu dan biarkan pembersih melakukan "tugasnya". Meski demikian, jangan menunggu terlalu lama hingga cairan pembersih kering!

Tidak sering mengganti spons

Ilustrasi spons. Ilustrasi spons.

Kesalahan membersihkan dapur yang berikutnya adalah tidak sering mengganti spons dapur. Benda yang satu ini merupakan tempat yang ideal untuk berkembang biaknya bakteri.

Baca juga: Cara Membersihkan Lemari Dapur Kayu

Spons bisa berisiko bagi kesehatan, jika tidak dibersihkan dengan baik. Untuk mencegah hal tersebut, kamu sebaiknya mendisinfeksi spons setiap hari dan menggantinya dengan yang baru setiap dua minggu sekali.

Jika ingin menghentikan penggunaan spons, kamu bisa menggunakan kain mikrofiber sebagai gantinya. Kamu juga dapat menggunakan sikat piring sebagai pengganti spons untuk menggosok piring, panci, dan wajan yang kotor.

Lupa membersihkan tempat sampah

Apakah kamu merasa dapur terasa tidak segar dan berbau tidak sedap? Jika demikian, sudah saatnya mengecek tempat sampah.

Baca juga: 5 Tempat yang Harus Dihindari Meletakkan Microwave di Dapur, Bahaya

Saat membersihkan dapur, kamu juga harus membersihkan tempat sampah. Jika dibiarkan berlama-lama di dapur, sampah akan memicu perkembangbiakan bakteri dan kuman yang berbahaya.

Kamu dapat mencoba menggunakan sabun cuci piring dan menyiram tempat sampah di halaman belakang rumah atau menggunakan pembersih serbaguna serta kain mikrofiber untuk membersihkannya.

Pastikan tempat sampah benar-benar kering sebelum kamu mengganti kantongnya dan mengisinya kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau