JAKARTA, KOMPAS.com - Granit sering digunakan untuk material atau bahan meja karena memiliki kekuatan dan daya tahan yang lama.
Selain itu, granit hadir dalam berbagai warna dan gaya yang dapat disesuaikan dengan berbagai desain atau gaya rumah.
Baca juga: Cara Menghilangkan Noda dari Meja Granit
Meski demikian, meja granit bisa mengalami ragam masalah, seperti tergores, noda, retak, bahkan rusak. Masalah-masalah pada meja granit ini terjadi tak lain karena kesalahan yang dilakukan, bahkan tidak menyadarinya.
Disadur dari Real Simple, Senin (21/10/2024), berikut beberapa hal tidak boleh dilakukan pada meja granit.
membersihkan meja granitHal ini terutama berlaku untuk cairan yang bersifat asam, seperti kopi, anggur, jus jeruk, atau saus tomat.
"Cairan asam dapat menodai etsa ke permukaan atas meja granit," jelas Brandon Walker, Manajer Konstruksi di ASAP Restoration--penyedia jasa restorasi rumah di Arizona, AS.
Bahkan meski telah memakai sealant, tumpahan ini dapat membuat granit menjadi keropos. Jadi, segera membersihkan tumpahan untuk menghindari kerusakan jangka panjang.
Baca juga: Cara Aman dan Cepat Membersihkan Meja Granit
Selain cairan asam, membiarkan tumpahan minyak menetap juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada meja granit.
Walker menjelaskan meja granit terlihat seperti permukaan yang benar-benar datar dan kedap air, tetapi sebenarnya cukup keropos.
Seiring waktu, noda minyak itu dapat merembes ke lapisan atas batu dan menjadi noda permanen yang tidak dapat dihilangkan dengan pelarut dan metode rumah tanga biasa.
"Jadi, jika menumpahkan minyak di atas meja granit, pastikan menyekanya dan membersihkan meja sebelum meninggalkannya atau noda tidak akan menghilang," saran Walker.
Baca juga: Plus Minus Keramik dan Granit, Mana yang Lebih Baik?
Saat membersikan tumpahan, penting memperhatikan metode pembersihannya.
Wood memperingatkan tidak menggunakan pembersih abrasif dan spons saat membersihkan meja granit. "Granit tahan lama, tetapi tidak kebal terhadap goresan," katanya.
Wood menyarankan tidak menggunakan zat pembersih keras, seperti cuka, asam klorida, atau pemutih, karena dapat memecah sealant seiring waktu.