Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Hal-hal yang Perlu Dilakukan saat Repotting Tananam Hias

Kompas.com, 3 November 2024, 08:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kesuburan dan kesehatan tanaman hias perlu dijaga, salah satunya dengan rutin melakukan repotting, yakni pemindahan tanaman ke media tanam dan pot yang baru. 

Penanaman kembali tanaman hias akan memberi lebih banyak ruang bagi tanaman untuk tumbuh dan mencegah tanah kehilangan kelembapan serta nutrisi penting. Melewatkan perawatan ini dapat menyebabkan daun layu, pertumbuhan terhambat, dan tanah kering. 

Nah, sebelum melakukan repotting, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasan tentang repotting dari para ahli.

Baca juga: 5 Langkah Repotting Tanaman Hias dengan Tepat

Mengapa repotting tanaman hias harus dilakukan?

Ilustrasi repotting tanaman hias. FREEPIK/SENIVPETRO Ilustrasi repotting tanaman hias.

Prof. Dewi Sukma, MS., Dr. Syarifah Iis Aisyah, MSc.Agr, dan Dr. Krisantini, MSc. dari Tim Tanaman Hias, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta), IPB, mengatakan bahwa repotting perlu dilakukan pada setiap jenis tanaman hias. 

"Karena tanah di dalam pot jumlahnya terbatas, semakin lama, kemampuannya untuk mengikat nutrisi akan menurun, sehingga kesuburan media tanam dalam pot akan berkurang," ungkapnya kepada Kompas.com, Sabtu (2/11/2024).

Selain itu, menurut Tim Tanaman Hias Faperta IPB, media tanam yang sudah tua atau lapuk akan memadat dan bersifat asam. Alhasil, ketersediaan hara untuk pertumbuhan tanaman tidak akan optimal.

Baca juga: Jangan Asal, Ini 5 Cara Repotting Tanaman Anggrek

Untuk penggantian pot, Tim Tanaman Hias Faperta IPB juga mengatakan bahwa hal ini perlu dilakukan, jika ukuran pot sudah terlalu kecil untuk tanaman.

"Ukuran tanaman mungkin sudah tidak seimbang dengan ukuran pot, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," jelasnya.

Hal-hal yang perlu dilakukan saat repotting tanaman hias 

Menurut Tim Tanaman Hias Faperta IPB, untuk memaksimalkan proses repotting tanaman hias, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yakni:

Baca juga: Kapan Harus Repotting Tanaman? Ini Penjelasannya

  • Menyiram media tanam secara berkala.
  • Memberikan pupuk terutama pupuk organik.
  • Menyiangi tanaman, jika terdapat gulma. 
  • Jika tanaman sudah terlalu rimbun, sebaiknya dipisah-pisahkan terlebih dahulu.
  • Membuang akar-akar yang sudah tua atau mati. 
  • Merendam akar tanaman dalam fungisida untuk mencegah penyakit cendawan.
  • Menyemprot dengan vitamin B2 untuk mendorong pertumbuhan akar dan mencegah stress pada tanaman.    

Kemudian, waktu yang tepat untuk repotting tanaman hias dapat bervariasi, bergantung pada jenis tanaman, umur tanaman, dan ukuran pot. Namun, umumnya, repotting dilakukan setiap enam bulan sekali, terutama jika media tanam sudah tampak kering dan pecah-pecah.

Baca juga: 5 Tips untuk Mencegah Tanaman Stres Pada Saat Repotting

Lebih lanjut, Tim Tanaman Hias Faperta IPB mengatakan, beberapa tanda media tanam sudah harus diganti adalah media tanam memadat, media tanam memiliki pH asam, tanaman mulai terlambat pertumbuhannya, akar tanaman terikat, serta daun tanaman cepat kuning dan mudah gugur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau